Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Maret 2019 | 22.16 WIB

Punya Senjata Nuklir, Konflik India-Pakistan Sangat Berbahaya

Pakistan memamerkan rudalnya yang bisa mengantarkan nuklir - Image

Pakistan memamerkan rudalnya yang bisa mengantarkan nuklir


JawaPos.com - Serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya, rupanya terjadi antara Pakistan dan India. Serangan ini meningkatkan risiko perang antara dua kekuatan nuklir dunia tersebut.


India menyerang sebuah kamp teroris di dalam wilayah Pakistan. Pada hari berikutnya serangan balasan Pakistan terhadap wilayah Kashmir yang di bawah wewenang India, menandai pertama kalinya konflik memanas lagi dalam waktu 50 tahun.


"Tangga eskalasi antara dua tetangga bersenjata nuklir ini masih sangat curam," kata Shuja Nawaz dari Dewan Atlantik dilansir dari CNBC.


Mengingat senjata kedua belah pihak yang dapat diluncurkan dari udara dan semakin banyak pembicaraan tentang penggunaan senjata nuklir, Nawaz melihat risiko bahwa perang skala penuh, yang melibatkan puluhan senjata nuklir, dapat menelan anak benua dengan konsekuensi besar bagi seluruh wilayah dan dunia.


Untungnya, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menurunkan tingkat eskalasi kedua negara dengan segera melepaskan seorang pilot India yang telah ditangkap.


Pilot India bernama Abhinandan Varthaman menerima pujian di India atas sikap heroiknya. Ia disebut berusaha menghancurkan dokumen yang dimilikinya sebelum ditangkap oleh sekelompok penduduk desa Pakistan. Persenjataan nuklir kedua negara tetap saja menimbulkan bahaya baru.


Selain itu, pengerasan politik di India dan ketidakmampuan Pakistan untuk secara serius menghadapi kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di wilayahnya, berkontribusi menimbulkan konflik, bahkan setelah pemilihan nasional India pada bulan April mendatang.


Oleh karena itu, sudah waktunya bagi mitra internasional kedua negara untuk mendesak mereka terlibat dalam pembicaraan untuk mengelola hubungan mereka dengan lebih baik. Dibutuhkan cara efektif untuk membantu Pakistan dalam deradikalisasi kelompok-kelompok militan yang masih ada di dalam perbatasannya.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore