Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Agustus 2023 | 21.45 WIB

Bocorkan Informasi Penting ke Tiongkok, Dua Prajurit AS Ditangkap, Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Kejaksaan AS memberikan keterangan terkait dua prajurit yang membocorkan informasi penting ke Tiongkok dan kini sudah ditangkap. - Image

Kejaksaan AS memberikan keterangan terkait dua prajurit yang membocorkan informasi penting ke Tiongkok dan kini sudah ditangkap.

JawaPos.com - Amerika Serikat kembali diterpa kebocoran informasi. Kali ini dua prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di California menjadi pelaku di balik kebocoran informasi tersebut. Mereka memberikan informasi penting kepada pihak pemerintah Tiongkok dan tentunya itu menjadi permasalahan serius di Amerika Serikat.

Kedua prajurit angkatan laut tersebut ditangkap pada Kamis (3/8) bernama Patrick Wei dan Thomas Zhao. Keduanya merupakan prajurit AS yang dinaturalisasi karena sudah lama menetap di Amerika Serikat. Namun tanpa disangka keduanya malah memberikan informasi pertahanan nasional kepada agen intelijen Tiongkok.

Atas dugaan tersebut, jaksa pemeriksa kedua pelaku menuntut hukuman dipecat dari prajurit AS karena telah membocorkan informasi penting negara dan hukuman penjara.

"Ketika seorang tentara lebih memilih uang tunai dan masih terikat dengan negara asal mereka, maka pengkhianatan negara dan ketidaksetiaan menjadi hukuman yang sangat serius dan harus dihukum semaksimal mungkin," ujar Jaksa AS Randy Grossman dikutip dari Washington Post.

Dalam keterangan jaksa Amerika Serikat tersebut, kedua tentara tersebut terancam hukuman 20 tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup. Atas kejadian ini pihak militer dari Amerika Serikat memberikan konfirmasi bahwa Tiongkok sengaja melakukan mata-mata di Amerika Serikat demi memperoleh informasi penting negara yang sedang tidak baik dalam hubungan internasionalnya.

"Departemen kehakiman AS akan terus menggunakan semua alat yang ada di gudang senjata kami untuk melawan ancaman dari Tiongkok dan untuk mencegah mereka mencari bantuan dari pihak warga negara yag dinaturalisasi perlunya pengawasan ketat terkait keamanan nasional di Amerika Serikat," kata asisten Jaksa Agung, Matthew Olsen dikutip dari USA Today.

Belum ada keterangan resmi apakah Patrick Wei dan Thomas Zhao akan menyewa pengacara untuk mendukung pembelaan yang mereka perbuat dengan kebocoran informasi kepada Tiongkok.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore