Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2015 | 02.26 WIB

Inilah Anak Paling Durhaka Sedunia, Cekik dan Tikam Ibu Sendiri 100 Kali

Kit Darrant didampingi pengacara, Tara Kawass. Foto: Miami Herald - Image

Kit Darrant didampingi pengacara, Tara Kawass. Foto: Miami Herald

JawaPos.com--PERBUATAN Kit Darrant (sekarang 19) tidak pantas dicontoh. Agaknya ia layak disebut sebagai salah seorang anak paling durhaka.  Remaja ini mengaku bersalah telah mencekik dan menikam ibunya sendiri, Renette Emile (35) sebanyak seratus kali menggunakan pisau daging.



Kejadian itu berlaku di apartemen mereka, di utara Miami AS, sebagaimana dilansir New York Daily News mengutip laporan Miami Herald. 



Bukan cuma itu, Darrant bahkan mengadakan pesta di apartemennya di saat mayat ibunya masih tergeletak dan mulai membusuk.



Darrant menerima kesepakatan negosiasi hukuman di pengadilan Miami Dade, Jumat lalu, berupa vonis penjara 28 tahun terkait tuduhan pembunuhan tingkat kedua ibunya Maret 2012 silam. 



"Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu masih bocah," katanya kepada hakim. "Aksi akan berbicara lebih lantang dibanding kata-kata, dan aku akan membuktikannya kepada kalian."



Tindakan Darrant saat masih berusia 16 tahun memang mengerikan. Ia membunuh ibunya, Renette Emile saat terjadi pertengkaran antara keduanya sepulang dari sekolah. Menurut keterangan pihak keluarga, pertengkaran itu muncul karena Darrant memakai mobil ibunya tanpa izin, merokok ganja dan mabuk-mabukan.



Usai membunuh ibunya, ia bolos dari sekolah selama seminggu. Sementara, mayat ibunya yang dibiarkan terbujur di lantai kamar tidur semakin membusuk. Ia hanya menutupi mayat tersebut dengan selimut dan membubuhkan deterjen untuk menutupi bau. 



Beberapa hari setelah pembunuhan, Darrant mengadakan pesta di apartemennya dengan mengundang 60 teman sekolah. Salah seorang teman pestanya sempat mengeluhkan bau, tetapi Darrant mengatakan bahwa itu mungkin bau sampah. 



Sepeninggal sang ibu, seolah tak terjadi apa-apa, Darrant bahkan masih merawat adiknya yang berusia tiga tahun, sampai kemudian bibinya mampir dan menemukan mayat Emile. 



"Pembunuhan Rene Emile begitu tragis dan Darrant secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya," kata pembelanya, Christopher DeCoste. "Kesepakatan dalam negosiasi hukuman ini penting untuk kedua belah pihak karena memungkinkan pemuda ini membayar hasil perbuatannya, tetapi di sisi lain ia juga masih memiliki kesempatan kedua dalam hidup."(ron/jpg)

Editor: Ronald
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore