Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 14.15 WIB

Rapat Umum Politik di Pakistan Diteror Bom, 44 Orang Tewas dan 200 Orang Lainnya Luka-Luka

Beberapa orang yang terluka akibat serangan bom dibawa menuju ke rumah sakit dalam kondisi kritis. - Image

Beberapa orang yang terluka akibat serangan bom dibawa menuju ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

JawaPos.com - Pakistan diteror bom bunuh diri. Pada Minggu (30/7), bom meledak tepatnya di tempat bekas kubu militan di barat laut Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan. Peristiwa yang menewaskan setidaknya 44 orang dan membuat 200 orang lainnya luka-luka tersebut terjadi saat digelar rapat umum politik.

Pada awalnya, distrik Bajur yang berada di dekat perbatasan Afghanistan adalah milik kubu Taliban Pakistan atau milik-sekutu dekat pemerintah Taliban Afghanistan, sebelum akhirnya tentara Pakistan mengusir para militan keluar dari daerah itu.

Peristiwa ini bermula ketika pendukung ulama garis keras Pakistan dan pemimpin partai politik Maulana Fazlur Rehman, yang Jamiat Ulama Islam umumnya mendukung Islamis regional, bertemu di Bajur di sebuah aula dekat pasar di luar ibukota distrik.

Pejabat partai mengatakan Rehman tidak hadir dalam rapat umum tersebut, tetapi penyelenggara menambahkan tenda karena begitu banyak pendukung yang hadir. Ledakan terjadi ketika para pejabat mengumumkan kedatangan Abdul Rasheed di rapat umum tersebut.

"Ada debu dan asap di sekitar, dan saya berada di bawah beberapa orang yang terluka. Dari tempat saya berada, hanya terlihat kekacauan dan beberapa anggota badan yang berserakan," ucap seroang saksi mata bernama, Adam Khan, 45 tahun. Ia pun menambahkan bahwa ia sempat terlempar ke tanah dan terkena serpihan di kaki dan kedua tangannya.

Menurut pernyataan Taliban Pakistan, atau TTP yang dikirim ke The Associated Press, peristiwa berdarah ini ditujukan untuk membuat para kelompok muslim saling bermusuhan. Di sisi lain, Juru bicara Taliban Afghanistan, Zabiullah Mujahid melalui platform media sosial X menciutkan bahwa "kejahatan semacam itu tidak dapat dibenarkan dengan cara apa pun."

Meski begitu, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa mencekam yang terjadi pukul empat sore waktu setempat itu. Namun pihak berwenang setempat mengatakan ledakan itu disebabkan oleh bom bunuh diri, dikutip dari Al Jazeera.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Presiden Pakistan Arif Alvi menanggapi serangan itu dengan gerakan tanggap dan meminta para pejabat untuk segera memberikan bantuan kepada keluarga yang terluka dan berduka serta mengusut tuntas tentang sosok dibalik pengeboman tersebut.

Dengan kausalitas yang cukup besar, menghantarkan serangan ini menjadi salah satu dari empat serangan teroris terbesar sejak peristiwa yang sama menimpa Pakistan pada tahun 2014, yang saat itu terjadi di dekat sebuah sekolah dan menewaskan sebanyak 147 orang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore