Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 20.10 WIB

Sekelompok Tentara yang Bertugas sebagai Paspampres Klaim Berhasil Mengudeta Presiden Niger Mohamed Bazoum

Juru bicara militer Kolonel-Mayor Amadou Abdramane tengah memberikan pidato terkait penggulingan dan penahanan Presiden Mohamed Bazoum melalui siaran nasional. - Image

Juru bicara militer Kolonel-Mayor Amadou Abdramane tengah memberikan pidato terkait penggulingan dan penahanan Presiden Mohamed Bazoum melalui siaran nasional.

JawaPos.com - Pada Rabu (26/7) malam, sekelompok tentara yang bertugas sebagai Paspampres di Niger mengklaim telah menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum dari jabatannya. Bazoum kemudian ditahan oleh pengawal presiden di rumah dinasnya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Melalui siaran yang ditayangkan di televisi nasional, Kolonel-Mayor Amadou Abdramane menjabarkan bahwa pasukan keamanan dan pertahanan telah menggulingkan kekuasaan rezim yang tengah menjabat saat ini. “Hal ini merupakan kelanjutan dari memburuknya situasi keamanan secara terus-menerus, manajemen sosial dan ekonomi yang buruk,” ujar Abdramane.

Pengumuman sejatinya dikeluarkan pasca adanya laporan bahwa anggota unit penjaga elit terlibat dalam demonstrasi anti-Republik dan kantor berita melaporkan bahwa Bazoum ditahan di istana oleh pasukan pemberontak.

Dalam tayangan itu, para tentara juga menghimbau bahwa sejak kudeta ini dilakukan, perbatasan negara akan ditutup dan jam malam nasional akan diberlakukan. Selain itu, seluruh institusi negara juga tengah ditangguhkan.

Sosok yang duduk di bagian tengah pada video dan dan diapit oleh sembilan petugas yang mengatasnamakan sebagai Dewan Nasional untuk Pengamanan Negara itu juga memperingatkan tentang larangan intervensi asing.

Pengambilan kekuasaan oleh kelompok militer ini menjadi peristiwa kudeta ketujuh yang terjadi di area Afrika Barat dan Tengah sejak tahun 2020 lalu.

Niger sendiri merupakan negara bekas jajahan Prancis yang memiliki kondisi teritorial yang terkurung daratan atau disebut sebagai landlocked country. Meski begitu, negara ini adalah sekutu penting bagi kekuatan Barat dalam memerangi kelompok-kelompok bersenjata dan juga merupakan mitra utama Uni Eropa dalam perang melawan migrasi ilegal dari Afrika sub-Sahara.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Negara Amerika Serikat, Antony Blinken mengecam tindakan tersebut dan meminta Bazoum untuk segera dilepaskan. “Saya berbicara dengan Presiden Bazoum pagi ini dan menjelaskan bahwa Amerika Serikat dengan tegas mendukungnya sebagai Presiden Niger yang terpilih secara demokratis,” ujarnya.

Presiden Niger yang baru saja terpilih bulan ini dan seharusnya menggantikan Mohamed Bazoum yaitu Bola Tinubu juga menegaskan bahwa dirinya serta para pemimpin blok regional akan menolak segala upaya untuk menggulingkan pemerintah Niger.

“Harus jelas bagi semua pemain di Republik Niger bahwa kepemimpinan wilayah ECOWAS dan semua pecinta demokrasi di seluruh dunia tidak akan mentolerir situasi apapun yang melumpuhkan pemerintah negara yang dipilih secara demokratis,” ucap Tinubu.

Ia pun menegaskan akan melakukan segala usaha untuk mengembalikan demokrasi di negara yang kaya minyak tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore