Ilustrasi jurnalis. (ANTARA/HO-Google)
JawaPos.com – Salah satu perusahaan media di Timur Tengah, Al Jazeera, melayangkan kecaman kepada pemerintah Mesir. Hal ini setelah beberapa nama jurnalisnya masuk dalam daftar teroris yang selalu diperbarui setiap lima tahun.
Dalam keterangannya, Al Jazeera meminta agar pemerintah Mesir kembali mempertimbangkan kembali masuknya jurnalis dalam daftar teroris. Ini karena hal tersebut melanggar hak kebebasan pers dunia.
“Mempertimbangkan kembali dan menahan diri dari tindakan yang menghambat kerja jurnalistik dan membatasi kebebasan,” kata pihak Al Jazeera dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (26/7).
Adapun risiko masuknya jurnalis dalam daftar hitam tersebut, adalah adanya larangan perjalanan, pembekuan aset, pembatalan paspor, bahkan juga hukuman penjara.
Karenanya, Al Jazeera meminta PBB dan organisasi HAM dunia agar membantu menekan Mesir untuk menghapus nama-nama jurnalis Al Jazeera dari daftar teroris. Lebih dari itu, dua orang jurnalis Al Jazeera sebelumnya juga sudah ditangkap dan ditahan tanpa tuduhan yang jelas.
“Menyerukan pembebasan cepat jurnalisnya Rabee al-Sheikh dan Bahaa al-Din Ibrahim, serta jurnalis lainnya yang dipenjara di Mesir,” tegasnya.
Dijelaskan, Rabee al-Sheikh ditangkap oleh kepolisian saat baru saja tiba di Bandara Internasional Kairo pada Agustus 2021 lalu. Sementara Bahaa Al-Din, ditangkap di Bandara Borg El Arab di Alexandria dalam perjalanan kembali ke Qatar pada 2020. Parahnya, ia didakwa terlibat dalam kelompok teroris dan menyebarkan berita palsu.
Saat ditangkap, keduanya sama-sama sedang tidak bertugas sebagai jurnalis. Melainkan sedang berlibur mengunjungi keluarga masing-masing.
Hal ini pun lantas memantik komentar dari Mary Lawlor, pelapor khusus PBB untuk pembela HAM, yang mengatakan bahwa tidak seharusnya ada kasus pemenjaraan jurnalis. Ia pun tegas menyebut bahwa pemerintah Mesir jelas-jelas sudah melanggar UU Anti-Terorisme.
“Kami tahu bahwa mekanisme untuk menuntut terorisme di Mesir disalahgunakan,” katanya.
Fenomena pemenjaraan jurnalis tanpa dakwaan ini bukanlah yang pertama di Mesir. Menurut data Reporters Without Borders (RSF), pemerintah Mesir telah memenjarakan lebih dari 100 jurnalis.
“Dalam 10 tahun terakhir, setidaknya 170 jurnalis telah dipenjara, puluhan lainnya ditangkap dan diinterogasi secara sewenang-wenang, akses ke lebih dari 500 situs berita telah diblokir dan enam jurnalis telah dibunuh,” kata RSF.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
