
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Istimewa)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengingatkan pentingnya pengawasan terkait dengan berkembangnya teknologi Artificial Intelligence (AI). Dikutip dari laman resmi PBB, Antonio mengkhawatirkan adanya penyebaran informasi hoaks hingga penyalahgunaan senjata nuklir yang sebagian besar dapat diakses melalui teknologi secara masif.
Pemanfaatan teknologi AI kini menjadi salah satu senjata utama untuk melancarkan serangan siber, membuat deepfakes, atau menyebarkan ujaran kebencian. Kehadiran teknologi AI yang tergolong baru ini menghasilkan konsekuensi yang sangat serius bagi perdamaian dan keamanan global.
"Tidak perlu jauh-jauh dari media sosial. Sekarang platform teknologi buatan atau AI sudah meningkatkan kewaspadaan kita untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan secara internasional," ujar Antonio Guterres dalam pernyataan resmi PBB pada Selasa (18/7).
"Sistem AI yang tidak berfungsi dengan baik adalah area lain yang sangat memprihatinkan. Dan interaksi antara AI dan senjata nuklir, bioteknologi, neuroteknologi dan robotika, sangat mengkhawatirkan," tambahnya.
Pernyataan tersebut diungkapkan Antonio Guterres saat menggelar rapat Dewan Keamanan bersama 15 anggota PBB pada Selasa (18/7) kemarin. Guterres sangat menyoroti semakin masihnya penyebaran teknologi AI dan perlunya pengawasan keamanan yang dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB.
"Komunitas Internasional memiliki sejarah panjang dalam menanggapi teknologi baru yang berpotensi mengganggu masyarakat dan ekonomi kita. Kita telah berkumpul di PBB untuk menetapkan aturan Internasional baru, menandatangani perjanjian baru dan membentuk badan-badan global baru," ujar Antonio Guterres.
Prinsip-prinsip panduan tentang sistem senjata otonom yang mematikan, rekomendasi tentang Etika Kecerdasan Buatan, misalnya telah dibahas dan disepakati di forum PBB. Selain itu, Guterres menyebutkan pertemuan AI for Good yang telah diadakan di Jenewa, Swiss bulan lalu mempertemukan para ahli, sektor swasta, badan-badan PBB dan pemerintah, untuk membantu memastikan teknologi terobosan ini demi kebaikan bersama.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
