Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2023 | 22.37 WIB

Jembatan Penghubung Rusia-Krimea Dihantam Ledakan Bom Misterius, Sepasang Suami-Istri Meninggal Dunia

Jembatan utama yang menghubungkan Krimea ke Rusia dihantam bom.

JawaPos.com - Jembatan Kerch yang menghubungkan semenanjung Krimea dengan Rusia telah ditutup usai terjadi ledakan pada Senin (17/7) dini hari dan telah menyebabkan dua orang tewas dan seorang anak terluka. Jembatan Kerch ini merupakan satu-satunya penghubung langsung ke daratan Rusia dari Krimea, yang telah dicaplok Moskow pada 2014.

Dikutip dari theguardian.com, Selasa (18/7), terdapat beberapa laporan mengenai terjadinya serangkaian ledakan yang menargetkan jembatan tersebut sekitar pukul 3 pagi pada Senin (17/7). Video yang diambil dari jembatan kereta api yang berdekatan menunjukkan bahwa ledakan tersebut telah menghancurkan bagian jembatan jalan di dekat pilar 145, sehingga tidak memungkinkan bagi kendaraan untuk melintasi bagian tersebut. 

Atas insiden tersebut, Rusia mengklaim bahwa tidak ada kerusakan pada pilar-pilar jembatan, meskipun nantinya akan membutuhkan perbaikan besar-besaran. Sepasang suami istri meninggal dunia dan anak perempuan mereka yang berusia 14 tahun terluka dalam ledakan tersebut.

Diketahui, Ini adalah kedua kalinya jembatan tersebut terkena ledakan sejak invasi besar-besaran Rusia. Pada Oktober, sebuah bom truk meledak di jembatan tersebut, menyebabkan beberapa ruas jalan runtuh ke dalam air. Dan saat itu Rusia menyalahkan Ukraina atas ledakan tersebut, namun Kyiv tidak bertanggung jawab atas hal itu.

Atas insiden baru-baru ini, laporan awal menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan melalui beberapa kendaraan tanpa awak. Kendaraan tak berawak tersebut membawa bahan peledak, atau drone laut, yang diarahkan ke jembatan dan kemudian diledakkan dari bawah jalan.

Pihak Rusia menyalahkan serangan tersebut kepada Ukraina, dengan komite anti-teroris nasional, sebuah badan keamanan, mengatakan bahwa dua kendaraan bawah air tak berawak Ukraina melakukan serangan di Jembatan Krimea.

Hingga saat ini, Ukraina belum menyatakan pertanggungjawaban secara terbuka atas serangan tersebut dan mengambil sikap untuk tidak mengakui serangan di Krimea dan serangan ke daratan Rusia. Kendaraan tanpa awak dari udara dan laut telah digunakan dalam serangan sebelumnya terhadap pangkalan Rusia dan armada Laut Hitam di Krimea. 

Beberapa pejabat mengisyaratkan bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan khusus Ukraina. Hal itu terlihat dalam sebuah unggahan di Telegram oleh Dinas Keamanan SBU Ukraina menulis yang tertulis, "Jembatan telah tertidur lagi." Seorang juru bicara intelijen militer menyebut jembatan itu sebagai bangunan yang tidak berguna.

Serangan ini merupakan pukulan bagi reputasi Kremlin dan merupakan serangan balik terbaru dari invasi Rusia ke Ukraina ke wilayah-wilayah yang diklaim dikuasai Moskow. Para turis Rusia yang ingin meninggalkan semenanjung tersebut dialihkan untuk melintasi wilayah-wilayah yang baru diduduki Rusia di tenggara Ukraina.

Jembatan ini adalah satu-satunya rute transportasi langsung yang menghubungkan antara daratan Rusia dan Krimea, meskipun Rusia juga dapat memasok semenanjung itu melalui wilayahnya yang diduduki atau feri dari Kerch. Tingkat kerusakan pada jembatan jalan raya masih belum diketahui, dan jembatan kereta api, yang mengangkut barang yang dapat mencakup kendaraan dan peralatan militer, tampaknya tidak terdampak.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore