Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juli 2023 | 18.19 WIB

Sosok Pita Limjaroenrat, Kandidat Terkuat Pengganti Prayut Chan-o-cha

Pita Limjaroenrat memberi kode saat tiba di Parlemen Thailand sebelum pemungutan suara di parlemen untuk menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri berikutnya (Lillian Suwanrumpha/AFP)

JawaPos.com - Kolega dan teman-teman Pemimpin Partai Move Forward, Pita Limjaroenrat menggambarkan dirinya sebagai sosok yang rendah hati, mahir, terbuka untuk berdiskusi, dan memiliki "pikiran dan semangat yang terarah pada pelayanan publik.

Dikutip dari Al Jazeera, Pita Limjaroenrat Lahir pada 1980 dari kalangan keluarga kaya dan memiliki koneksi politik di Thailand, Pita, yang dikenal oleh teman-temannya sebagai Tim, sebelumnya mengatakan bahwa ketertarikannya pada politik dimulai sejak masa sekolah menengahnya di Selandia Baru.

Sebelumnya, sebagai seorang remaja 'pemberontak' yang gemar mendengarkan musik rock and roll dan bermain gitar, keluarga Pita mengirimnya ke Selandia Baru untuk mendengarkan pidato Perdana Menteri Selandia Baru saat itu, Jim Bolger, sambil mengerjakan berbagai pekerjaan rumahnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh teman Pita, Jesus M Acuna, di usia pertengahan 20-an, Pita mengambil alih bisnis keluarga, CEO Agrifood, setelah kematian ayahnya. Meskipun masih muda, kepemimpinannya membantu perusahaan ini menjadi salah satu produsen minyak bekatul terbesar di Asia.

"Ayah Pita mewakili simbol sosok pemimpin yang kuat di perusahaan, dan ketika dia meninggal, kapal itu terombang-ambing, dan perusahaan akan hilang. Jadi anak muda ini, ingat, dia berusia 25 tahun pada saat itu. Dia harus turun tangan. Tantangan khusus di mana ia mampu membalikkan keadaan dan mengembalikan kapal itu ke jalur yang benar menjadi sebuah bisnis yang sukses menunjukkan banyak hal tentang kemampuannya," ujar Acuna, seorang pengacara asal Meksiko yang merupakan teman sekelas Pita di Harvard dan seorang teman dekat yang menghadiri pernikahan politisi tersebut pada tahun 2012.

"Dia memiliki pikiran dan semangat yang mengabdi pada pelayanan publik dan percaya bahwa hal terpenting yang dapat Anda investasikan di suatu negara adalah orang-orang - mempersiapkan mereka, memberi mereka alat untuk memenuhi impian pribadi mereka," imbuh Acuna.

Pita memulai debut politiknya pada tahun 2018, ketika ia bergabung dengan partai pendahulu Move Forward, Future Forward, menangani kebijakan pertanian. Dia pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 2019, di mana dia mengatakan bahwa dia mendapatkan kesadaran baru soal kelambanan dalam sistem".

Legislator ini pertama kali menarik perhatian nasional dengan pidatonya di parlemen pada tahun itu tentang penderitaan petani Thailand, yang menurutnya terdesak oleh tingginya biaya produksi pertanian.

Di tahun yang sama, ketika Mahkamah Konstitusi Thailand membubarkan Future Forward dan melarang pemimpinnya berpolitik, Pita dan para legislator yang tersisa dari partai tersebut membentuk Partai Move Forward.

Dia menggambarkan sembilan tahun sejak kudeta militer tahun 2014 perebutan kekuasaan kedua oleh militer sejak tahun 2002 sebagai dekade yang hilang bagi Thailand, dan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Thai Public Broadcasting Service bahwa Move Forward hadir untuk mengembalikan akal sehat ke dalam politik Thailand.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore