
Kepulan asap terlihat menyeruak dari lava panas yang bergerak dari sebuah gunung berapi di kawasan Reykjanes, dekat dengan Ibu Kota Islandia, Reykjavik.
JawaPos.com - Sebuah gunung berapi yang bejarak sekitar 30 km dari ibu kota Islandia, Reykjavik, mengalami erupsi pada Senin (10/7). Kantor meteorologi Islandia mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut diawali dengan gempa bumi cukup intensif di area tersebut.
"Saat ini, letusannya sangat kecil," ujar salah satu perwakilan dari divisi layanan dan penelitian di IMO, Matthew Roberts. Dia juga menambahkan bahwa tidak ada bahaya langsung yang mengancam orang-orang di wilayah tersebut.
Traffic di Bandara Internasional Keflavik yang ada di Reykjavik pun tidak mengalami gangguan dan terus beroperasi secara nornal sesuai jadwal yang telah ditentukan. Di sisi lain, rekaman dari media lokal menunjukkan kepulan asap yang sangat besar naik dari tanah serta aliran lava yang besar keluar dari area erupsi. Bahkan, asap itu dapat terlihat dari jalan yang menghubungkan ibu kota dengan bandara internasional.
Sebelum erupsi itu terjadi, wilayah aktif itu telah mengalami ribuan gempa kecil yang tercatat dalam seminggu terakhir. Hal itu menandakan bahwa magma di bawah tanah sedang bergerak dan letusan akan segera terjadi.
Meski tidak terlalu berbahaya, otoritas Islandia tetap menyarankan para masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mengunjungi situs hingga pemerintah dapat menganalisis dampak yang terjadi secara sepenuhnya.
Pada dasarnya, semenanjung Reykjanes merupakan titik vulkanik dan seismik yang aktif bahkan sejak beberapa tahun terakhir. Pada Maret 2021, air mancur lava meletus secara spektakuler dari celah sepanjang 500-750 meter di tanah dalam sistem vulkanik Fagradalsfjall.
Aktivitas vulkanik di daerah tersebut lantas berlanjut selama enam bulan pada tahun itu, dan mendorong ribuan orang Islandia dan wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut. Kemudian, pada Agustus 2022, magma juga muncul area yang sama, tepatnya di Lembah Meradalir dan berlangsung selama tiga minggu.
“Ini bukan letusan vulkanik dengan asap besar. Ini hanyalah lava,” pungkas Roberts.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
