Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juni 2017 | 20.00 WIB

Mengolok-Olok Trump, PM Australia Dapat Hadiah Tidak Biasa

KAGET: Malcolm Turnbull tertawa melihat dasi bermerek Donald J. Trump yang diberikan Paus Alexandria Tawadros II (kiri) dan Pastor Koptik Ortodoks Daniel di Gereja Koptik Ortodoks, Sydney, Australia, Minggu (25/6). - Image

KAGET: Malcolm Turnbull tertawa melihat dasi bermerek Donald J. Trump yang diberikan Paus Alexandria Tawadros II (kiri) dan Pastor Koptik Ortodoks Daniel di Gereja Koptik Ortodoks, Sydney, Australia, Minggu (25/6).


JawaPos.com - Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull memang punya hubungan yang tidak biasa dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Belum lama ini relasi keduanya terganggu kelakar Turnbull. Meski Washington tidak mempermasalahkan, ternyata Gereja Koptik Ortodoks Australia menganggapnya serius.



Cerita tersebut bermula dari sebuah forum tertutup dengan media Australia. Kala itu Turnbull menirukan gaya bicara Trump. Bukan hanya nada bicara dan mimik wajahnya, diksi sang pemimpin negara sekutunya itu juga ditiru. Tentu hingga menimbulkan kesan olok-olok. Minggu waktu setempat (25/6) pemimpin 62 tahun tersebut kena tegur dua pemuka agama. Mereka adalah Paus Alexandria Tawadros II dan Pastor Koptik Ortodoks Daniel.



Uniknya, dua tokoh gereja itu tidak menegur lewat kata-kata. Melainkan lewat dasi. ”PM Turnbull mendapatkan kado berupa dasi berwarna pink saat memenuhi undangan Gereja Koptik Ortodoks di Kota Sydney,” kata jubir pemerintahan. Itu bukan sembarang dasi. Saat Turnbull membaliknya, terlihat jelas merek dasi tersebut. Tulisan Donald J. Trump terpampang jelas di sana.



Turnbull langsung tersenyum saat membaca merek dasi pink itu. Dia tidak bisa menyembunyikan kekagetannya di hadapan dua pemimpin gereja tersebut. Momen itu langsung diabadikan para juru foto. Sadar bahwa ekspresinya disorot, Turnbull lantas mengubah senyumnya menjadi tawa meski tanpa suara. Melalui kantornya, Turnbull menyambut baik teguran lewat dasi tersebut.



Turnbull dan Trump memang mengawali relasi mereka dengan aneh. Yakni, perbincangan telepon yang tiba-tiba putus saat membahas topik pengungsi. Mungkin karena Turnbull menyebut-nyebut nama Barack Obama yang merupakan rival politik Trump. Namun, setelah lawatan ke Washington, hubungan Turnbull dengan Trump menjadi lebih baik.



Beberapa waktu lalu Turnbull menjadi buah bibir media Negeri Paman Sam. Itu terjadi setelah dia berkelakar di depan jurnalis Australia tentang gaya bicara khas sang pemilik Trump Tower. Seharusnya guyonan itu memang off the record alias tidak untuk konsumsi publik. Tapi, salah satu media Negeri Kanguru nekat memublikasikannya secara luas di internet.



”Semua orang mengatakan bahwa politisi adalah orang-orang yang terlalu serius, terlalu terdikte. Jadi, Anda harus sedikit santai. Ini Australia,” kata Turnbull saat membela guyonannya tentang Trump pekan lalu. Untung, Kedutaan Besar AS di Australia bisa menerima candaan Turnbull itu sebagai hal yang biasa. Mereka sama sekali tidak mempermasalahkan olok-olok sang PM. (Reuters/BBC/hep/c11/sof)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore