
Pemrotes berkumpul di luar gedung Kementerian Kehakiman Sudan sambil memegang bendera Sudan dan spanduk yang menuntut pembubaran Kongres Nasional, November 2019. (ANTARA/Anadolu Agency/am)
JawaPos.com - Pemimpin de facto Sudan sekaligus panglima angkatan bersenjata Abdel Fattah al-Burhan mengumumkan gencatan senjata "sepihak" pada Selasa (27/6). Gencatan senjata ini dilakukan berbarengan dengan hari pertama libur Idul Adha.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Burhan mengatakan seluruh dunia menyaksikan apa yang terjadi Khartoum, Ubaid, Zalin dan Nyala serta Junaynah, sebagai kejahatan pembersihan etnis dan genosida.
Menyatakan angkatan bersenjata memenuhi kewajibannya dalam melawan "konspirasi berbahaya" ini, Burhan berterima kasih kepada rakyat Sudan atas dukungannya kepada angkatan bersenjata.
Burhan mengungkapkan komandan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Mohamed Hamdan Dagalo alias Hemedti yang berkonflik dengan militer sejak 15 April, ingin mendirikan kerajaan sendiri "di atas jasad dan tengkorak rakyat Sudan."
Dia menegaskan bahwa angkatan bersenjata bersedia menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil pimpinan rakyat Sudan.
Dagalo juga mengumumkan gencatan senjata "sepihak" menjelang dan pada hari pertama Idul Adha.
Pada 15 April pertempuran antara militer Sudan dan RSF pecah di Khartoum dan sekitarnya. Lebih dari 600 orang tewas dan ribuan orang lainnya terluka dalam konflik Sudan.
Perbedaan pendapat antara pihak-pihak bertikai mengenai integrasi RSF ke dalam militer kian meruncing dalam beberapa bulan belakangan.
Integrasi menjadi syarat utama dalam kesepakatan transisi Sudan bersama kelompok-kelompok politik.
Baca Juga: KPK Berencana Pidanakan Pegawai Rutan yang Berbuat Asusila ke Istri Tahanan
Sudan tidak memiliki pemerintahan fungsional sejak 2021 setelah militer membubarkan pemerintahan peralihan pimpinan Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat.
Langkah militer itu dikecam kekuatan-kekuatan politik di negara itu sebagai "kudeta".
Masa peralihan Sudan yang dimulai Agustus 2019 setelah Presiden Omar Al Bashir dilengserkan, semula berakhir pada pemilu 2024.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
