
SAYA DIJEBAK: Kurumin Aroma.
JawaPos.com – Jepang sekarang sedang berperang. Memang bukan melawan negara lain. Namun Negeri Sakura itu sedang melawan industri pornografi yang menjerumuskan remaja-remaja putri ke dunia layar esek-esek.
Salah seorang yang sudah menjadi korban adalah Kurumin Aroma. Aroma adalah perempuan muda yang awalnya dirayu untuk menjadi model glamor. Didekati seseorang yang mengaku dari agency model terkemuka, Aroma tergoda mengiyakan tawaran itu dengan harapan bisa mewujudkan mimpi menjadi selebriti TV.
Namun, kejadian empat tahun yang lalu tersebut adalah jebakan. ”Yang mendekati saya adalah lelaki dengan tutur kata halus dan terhormat. Dia memiliki kartu nama terpandang. Saya pikir saya bisa mempercayainya,” katanya kepada The Guardian.
Namun, beberapa bulan kemudian, perempuan 26 tahun itu menjadi satu dari sekian banyak perempuan Jepang yang disebut terjebak dan dipaksa muncul dalam film porno oleh perusahaan-perusahaan tak berizin.
Aroma mengisahkan, di semester terakhirnya kuliah, dia mendatangi salah satu casting. Casting itu dihadiri langsung oleh presiden perusahaan media dan dia diminta untuk berpose telanjang. ”Itu kali pertama saya mengetahui mengenai nudisme,” katanya. ”Saya menangis namun merasa tertekan dan harus mengatakan iya. Jadi saya mengiyakan dan mendatangani kontrak.”
Setelah itu, teror pun dimulai. Agency tersebut terus mengubunginya dan memintanya menjadi bintang dalam film porno mereka. Mereka memaksanya dan mengatakan kalau saya berhenti kapan saja jika merasa tidak nyaman atau sakit. Tetapi, kata Aroma, semua itu bohong.
Sebelumnya, tidak ada perempuan yang melaporkan mengenai apa yang terjadi pada mereka di industri ini. Namun belakangan angka laporan itu terus naik. Dan itu membuat otoritas Jepang mulai membongkar sisi gelap industri pornografi Jepang yang bernilai triliunan Rupiah.
Tahun lalu, pemerintah melaunching survei industri pornografi. Hasilnya, dari 20 ribu perempuan yang disurvei, sebanyak 200 mengaku sudah menandatangani kontrak “modeling.” Dari angka itu, 50 orang kemudian diminta untuk perpose telanjang atau melakukan hubungan seks di depan kamera.
Dari Januari sampai November 2016, 148 perempuan meminta bantuan Lighthouse, grup penentang human trafficking, pornografi, dan kekerasan seksual. Angka itu naik dari tahun 2015 yang sebelumnya hanya 83 dan 29 kasus pada 2014.
Kasus yang dihadapi sangat menyeramkan. Salah satu kasus besar yang mereka selesaikan membuat tiga orang talent scouts ditahan. Korbannya, seorang perempuan yang dipaksa muncul dalam lebih dari 100 film porno. Bila dia menolak, agency mengancam akan memberi tahu keluarga korban. Beberapa korban juga mengaku dipaksa melakukan hubungan seks tanpa pelindung, atau bahkan digarap lebih dari satu orang. (theguardian/tia)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
