Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2017 | 23.35 WIB

Pengakuan Remaja 18 Tahun Ini Bikin sang Ibu Melaporkannya Ke Polisi

SHOCK: Joseph Hayden Boston (kiri). Penginapan yang diduga tempat Boston melakukan kejahatan biadabnya. - Image

SHOCK: Joseph Hayden Boston (kiri). Penginapan yang diduga tempat Boston melakukan kejahatan biadabnya.

JawaPos.com – Joseph Hayden Boston mengejutkan publik Amerika Serikat (AS). Pemuda 18 tahun itu mengaku melakukan pelecehan seksual kepada 50 anak sejak 8 tahun lalu.


Berarti, dia bertindak asusila sejak masih bocah. Tepatnya, 10 tahun. Yang tak biasa, sang ibu yang menyerahkan Boston kepada polisi.


Hari ini dia akan menjalani sidang pertama. Boston tampak tak ada beban menceritakan semua kejahatannya. ”Ini tidak hanya akan berimbas kepada para korban dalam jangka panjang, tapi juga pada detektif dan petugas kepolisian yang terlibat kasus tersebut,” ujar Ryan Railsback, petugas kepolisian di Riverside, California, AS, seperti dilansir CNN.


Departemen Kepolisian Riverside, California, AS, mengungkapkan bahwa Boston ditahan pada Sabtu (2/12). Saat itu sekitar pukul 03.00, sang ibu datang sendiri ke kantor polisi Magnolia Avenue untuk menyerahkan anaknya.


Kepada polisi, sang ibu menjelaskan bahwa putranya telah melakukan pelecehan seksual kepada dua anak di bawah umur. Sang ibu tak tahu bahwa korban Boston mencapai puluhan orang.


Dari hasil investigasi kepada Boston dan ibunya, diketahui bahwa kejahatan pelaku yang paling akhir terjadi di Simply Home Inn & Suites di Blok 9800, Magnolia Avenue, Riverside.  Di penginapan tersebut, ada dua bocah lelaki yang berusia 4 dan 8 tahun. Mereka menginap bersama orang tuanya.


Orang tua dua bocah itu tidak menaruh curiga kepada Boston dan mengizinkan anak mereka bermain di kamar Jumat malam (1/12). Saat itulah Boston melakukan tindakan biadabnya.


Sejam setelahnya, remaja yang tinggal terpisah dengan orang tuanya itu menelepon ibunya dan mengakui perbuatannya. Sang ibu langsung menjemput Boston dan menyerahkannya ke polisi.


Pelaku membuat pengakuan mengejutkan saat investigasi berlangsung. Yaitu, dua bocah yang baru saja dilecehkannya bukanlah korban pertama. Boston melakukan kejahatan serupa sejak usia 10 tahun dan korbannya lebih dari 50 orang.


Anak-anak yang menjadi mangsa Boston tersebar di beberapa kota yang pernah menjadi tempat tinggalnya. Boston tinggal di Riverside sejak November lalu. Sebelumnya, dia menetap di Lakewood dan Buena Park, California.


Sejauh ini, belum ada korban lain yang melaporkan perbuatan Boston. Polisi meminta masyarakat agar memberikan informasi apa pun terkait kasus tersebut. Detektif dari unit pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak akan dilibatkan dalam penyelidikan.


Saat ini, akun Facebook Boston ditutup. Namun, sebelumnya, pesan-pesan dan foto di dalamnya bisa menjadi petunjuk bahwa Boston adalah seorang predator anak.


Dia mengunggah beberapa foto bersama anak-anak. Pada 22 November lalu, Boston mengunggah foto seorang bocah lelaki yang tengah tidur. Dalam unggahan tersebut, dia menyebut bocah lelaki itu lucu dan lebih mudah dikontrol saat sedang tidur.


Boston dijerat dengan dua dakwaan pelecehan secara oral kepada dua anak di bawah usia 10 tahun. Masing-masing hukumannya adalah 15 tahun penjara. Penegak hukum juga menetapkan uang jaminan untuknya USD 1 juta. Boston kini mendekam di Robert Presley Detention Center.


Tidak tertutup kemungkinan, jika bukti-buktinya bertambah, dakwaannya juga ikut bertambah. Sementara itu, dua bocah yang menjadi korban kini dalam perlindungan Layanan Perlindungan Anak Riverside County. (*)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore