
Foto udara pembangunan konstruksi jalan tol Padang - Sicincin di KM 25 Jalan Bypass, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (3/2/2020). (Antara/Iggoy El Fitra)
JawaPos.com - Pembangunan tol Tran Sumatera tersendat di ruas Padang-Pekanbaru. PT Hutama Karya selaku pelaksana pembangunan merasa heran dengan sulitnya melakukan pembangunan di daerah Sumatera Barat (Sumbar).
Situasi itu diakui Komisaris PT Hutama Karya Wahyu Muryadi. Dia heran kenapa sulitnya pembangunan jalan tol di Sumbar dibandingkan daerah lainnya di Sumatera.
"Saat kami lakukan evaluasi pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru, itu untuk bisa naik sampai 5 kilometer saja susahnya minta ampun. Sampai berkali-kali rapat tetap tak bergerak," kata Wahyu Muryadi dilansir dari Antara, Jumat (28/2).
Wahyu Muryadi menyebut, saat ini pemerintah tengah membangun jalan tol Trans Sumatera dengan panjang 2.700 kilometer. Tol sepanjang itu menghubungkan daerah yang ada di Sumatera. Semua itu dalam rangka menggenjot roda ekonomi.
Kata Wahyu, pembangunan jalan tol di tempat lain seperti Aceh relatif cepat dan tidak ada masalah. "Apa pasal yang terjadi dengan pembangunan tol di Sumbar. Ini jadi pertanyaan besar. Kami ingin lebih banyak mendengar sebagai upaya menggali apa masalahnya," kata dia.
Menurut Wahyu, kalau persoalan pembangunan jalan tol hanya soal uang, maka bisa dibicarakan. Karena, urusannya bukan tumpah darah. Ini demi kebaikan bangsa.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan, dari seluruh provinsi di Sumatera, tinggal di Sumbar yang belum ada jalan tol. Kehadiran Tol Trans Sumatera diharapkan agar Sumbar tidak ketinggalan dari daerah lain di Sumatera.
"Riau, Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara punya tol, sedangkan Sumbar tidak punya. Jangan sampai kita ketinggalan," katanya.
Menurut dia, berlarutnya proses penggantian lahan masyarakat yang terkena pembangunan tol, karena persoalan apraisal yang mematok harga terlalu rendah.
"Padahal sebelumnnya presiden, menteri dan gubernur sudah menyatakan akan diberikan ganti rugi yang layak dan wajar," kata dia.
Mantan Bupati Pesisir Selatan itu menyebut, ada banyak manfaat didapat jika Sumbar memiliki tol. "Setiap Jumat masyarakat dari Pekanbaru datang ke Sumbar untuk berwisata, karena hanya tiga setengah jam ke Padang. Bayangkan berapa dampaknya untuk perekonomian," katanya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
