
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat di desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Selasa (5/5)/(Foto: Rakyat Aceh Jawa Pos Group)
JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebutkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat di Lhokseumawe telah mencapai 54,6 persen. Dengan progres yang telah mencapai setengah tahap, dirinya optimistis seluruh pekerjaan dapat rampung 100 persen pada Juni 2026 mendatang.
“Insyaallah Juni selesai semuanya. Progresnya sudah di atas 50 persen dan terus kita percepat,” kata Dody saat meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat di desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Selasa (5/5).
Ia mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi saat ini berkaitan dengan pasokan material baja. Meski begitu, distribusinya telah diatur dengan baik, termasuk pengiriman terakhir yang sudah menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju lokasi proyek.
Dody menambahkan, setiap titik pembangunan memiliki tantangan tersendiri, seperti kondisi cuaca hingga keterbatasan akses jalan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menerapkan pola kerja gotong royong dengan pemantauan progres yang dilakukan secara rutin, baik harian maupun mingguan.
Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain ruang kelas, proyek ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti tempat makan, lapangan olahraga (minisoccer dan basket), serta asrama bagi tenaga pengajar.
Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem.
Dalam kesempatan itu, Dody juga memberikan apresiasi kepada kontraktor pelaksana, PT Pembangunan Perumahan dan PT Wijaya Karya, yang dinilai mampu menjaga kualitas pekerjaan serta pengelolaan proyek.
“Tata kelola dan kontrolnya bagus. Secara manajerial, mereka bekerja sangat baik,” katanya.
Di wilayah Aceh, pembangunan Sekolah Rakyat tersebar di lima lokasi yang berada di empat kabupaten/kota, yakni dua titik di Aceh Besar serta masing-masing satu di Lhokseumawe, Nagan Raya, dan Subulussalam.
Namun demikian, sejumlah wilayah seperti Nagan Raya dan Subulussalam masih menghadapi hambatan, terutama akibat curah hujan yang sering turun pada sore hari serta sulitnya akses distribusi material. Bahkan, untuk menjangkau lokasi tertentu diperlukan pengangkutan menggunakan pesawat Hercules dengan kapasitas terbatas.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
