
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melaksanakan proses load out jacket dalam rangka pengembangan Proyek Manpatu. (Dok/Pertamina)
JawaPos.com-PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melaksanakan proses load out jacket dalam rangka pengembangan Proyek Manpatu. Kegiatan ini berlangsung di fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah yang berlokasi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026.
Tahapan ini merupakan lanjutan dari proses first cut of steel yang dimulai pada Mei 2025, dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan sail away jacket menuju lokasi instalasi.
Proyek Manpatu sendiri merupakan pengembangan dari temuan sumur eksplorasi Manpatu yang berada di wilayah offshore South Mahakam, sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur. Area ini memiliki kedalaman laut berkisar antara 50 hingga 60 meter. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan produksi gas dan kondensat PHM dengan kapasitas desain mencapai 80 MMSCFD.
Ruang lingkup pekerjaan dalam proyek ini mencakup pembangunan dan pemasangan satu anjungan baru yang terdiri dari struktur jacket dan piles dengan total berat sekitar 1.380 ton, serta topside seberat kurang lebih 1.100 ton.
Selain itu, terdapat pula pekerjaan modifikasi pada fasilitas anjungan yang sudah ada. Proyek ini juga melibatkan pemasangan pipa bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang sekitar 2,5 kilometer, serta berbagai pekerjaan subsea yang memiliki tingkat kompleksitas dan risiko tinggi. Secara keseluruhan, pengembangan ini juga mencakup pengeboran 11 sumur baru.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung target produksi migas nasional melalui investasi berkelanjutan di sektor pengeboran, baik eksplorasi maupun eksploitasi.
“Kami secara konsisten mendorong inovasi serta penerapan teknologi yang mengacu pada praktik terbaik di industri hulu migas, baik ditingkat nasional maupun global, yang diimplementasikan secara terpadu diseluruh aspek operasional dan bisnis perusahaan”, lanjut Setyo dalam keterangannya.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini juga mencatat capaian penting dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Untuk pertama kalinya di wilayah Mahakam, PHM mengimplementasikan penggunaan pipa lokal jenis Electric Resistance Welding (ERW) secara menyeluruh, mulai dari sistem perpipaan subsea hingga riser dan pipe bend.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022