
Wakil Ketua Umum PSI Ronald A. Sinaga (Bro Ron) ketika mengisi podcast di studio Jawa Pos Jakarta, Kamis (24/09/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pencabutan izin penerbangan internasional komersial Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dinilai penuh dengan kejanggalan. Apalagi izin untuk bandara itu hanya berumur dua bulan.
Hal itu berdasar surat Keputusan Menteri (KM) yang diterbitkan Kementerian Perhubungan Nomor KM 38 Tahun 2025 Tentang Penggunaan Bandar Udara Yang Dapat Melayani Penerbangan Langsung Dari dan/atau ke Luar Negeri pada Agustus. Lantas surat itu dianulir melalui Kepmenhub KM 55/2025 pada Oktober 2025.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga, pencabutan keputusan itu penuh dengan kejanggalan. Meski dicabut pada Oktober, tetapi dokumen KM Perhubungan 55/2025 baru dapat diakses publik pada November 2025, setelah ramai diperbincangkan dan viral di media sosial.
Dia mempertanyakan pihak yang mendorong keluarnya izin tersebut sejak awal. Apalagi Bandara IMIP Morowali memang langsung mengirim surat keberatan kepada Kemenhub dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. “Menurut saya dicabut karena 1 bulan setelah KM 38 keluar, pihak bandara IMIP mengirim surat keberatan dan memang tidak ada rencana melakukan atau menerima penerbangan internasional,” kata Ronald kepada JawaPos.com, Jumat (5/12).
Pria yang biasa disapa Bro Ron itu menilai munculnya izin internasional pada Agustus lalu bukan berasal dari permohonan pihak bandara. Dia meminta pemerintah menjelaskan siapa yang sebenarnya menggerakkan proses tersebut. "Patut dipertanyakan siapa yang melakukan gerakan ini padahal pihak IMIP tidak bernah mengajukan status khusus bandara (internasional),” tukas Ronald.
Sebelumnya, PT IMIP rupanya pernah melayangkan surat kepada Direktur Jenderal Keimigrasian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berisi penolakan untuk melayani penerbangan internasional komersial.
Government Reations Manager PT IMIP Askurullah menyampaikan ketidaksiapan Bandara Khusus IMIP untuk melakukan penerbangan komersial internasional. "Sesuai dengan fungsi tersebut, saat ini Bandar Udara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) belum berkenan dan belum memiliki rencana untuk melakukan penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri," kata Askurullah dalam surat yang diperoleh JawaPos.com, Kamis (4/12).
Dalam surat itu juga, Askurullah memastikan Bandara Khusus IMIP dibangun dan dioperasionalkan hanya untuk menunjang kelancaran aktivitas Kawasan Industri. Khususnya dalam mendukung mobilisasi tenaga kerja, barang, serta kegiatan operasional internal perusahaan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
