Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 21.18 WIB

Setelah Efisiensi Anggaran, Kementerian PU Segera Mulai Pembangunan Irigasi dan Madrasah

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti saat memimpin rapat di ruang kerja. (Dok. Kementerian PU) - Image

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti saat memimpin rapat di ruang kerja. (Dok. Kementerian PU)

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai bergerak pasca terkena efisiensi. Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti memastikan anggaran telah dibuka untuk sejumlah proyek prioritas. Di antaranya, irigasi, renovasi gedung madrasah, dan preservasi jalan.

Diana menuturkan bahwa setelah anggaran untuk beberapa proyek infrastruktur dibuka blokirnya, kini beberapa telah berjalan. Yang pertama, pembangunan irigasi di sejumlah wilayah. "Bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kita laksanakan untuk irigasi," terangnya.

Pembangunan dan renovasi irigasi tersebut diperkirakan akan sepanjang sekitar 400 ribu hektare. "Jumlahnya segitu perkiraannya," terangnya di ruang kerjanya hari ini (12/3).

Proyek selanjutnya yang sudah dimulai adalah program hasil cepat terbaik (PHCB) Madrasah berupa pembangunan dan renovasi madrasah serta sekolah yang menjadi program Presiden Prabowo. "Ini malah sudah lelang untuk 125 gedung madrasah," paparnya.

Program lainnya berupa preservasi jalan atau perawatan jalan. Sebab, waktu sudah dekat dengan lebaran, sehingga berbagai jalan perlu untuk dipertahankan atau ditingkatkan kualitas jalannya. "Anggaran untuk tanggap darurat juga sudah dibuka, setiap kejadian bencana paati Kementerian PU merespon cepat," terangnya.

Bagaimana dengan pembangunan bendungan? Dia mengatakan bahwa telah diselesaikan 61 bendungan telah selesai hingga 2024. Saat ini masih ada tiga bendungan yang selesai hingga 2026 dan satu bendungan yang juga proses pembangunan. Namun, satu bendungan terakhir tidak disebutkan secara spesifik kapan akan selesai dibangun. "Jadi sampai 2026 itu ada 64 bendungan ya," paparnya.

Sebelumnya, Alokasi belanja Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tercatat dipangkas sebesar Rp 81,38 triliun, dari total pagu anggaran pada tahun 2025 sebesar Rp 110,95 triliun. Pemangkasan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan dengan pemangkasan itu, pihaknya hanya akan mengelola alokasi belanja sebesar Rp 29,59 triliun di sepanjang tahun 2025 ini.

"Semula, pagu DIPA Kementerian PU sebesar Rp 110,95 triliun, namun dikurangi Rp 81,38 triliun," kata Dody Hanggodo dalam Rapat Kerja bersama Komisis V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).

Namun, Menteri PU kemudian meminta agar ada penambahan anggaran untuk sejumlah proyek. Hingga akhirnya terdapat penambahan anggaran menjadi Rp 50,48 triliun. Dengan penambahan itu, Kementerian PU akan bisa menganggarkan pembangunan 8.000 titik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) senilai Rp 1,8 triliun dan 1.025 titik untuk Cipta Karya senilai Rp 700 miliar. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore