
Ilustrasi: Kereta cepat Whoosh.
JawaPos.com – Meski dalam kondisi diinfus, sejumlah pasien RSUD Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, terpaksa harus bergerak cepat. Mereka lari keluar untuk menyelamatkan diri menyusul guncangan gempa.
’’Saat ini kondisinya kembali normal dan pasien pun sudah kembali ke ruangan masing-masing,” kata Pj Bupati Garut Barnas Adjidin yang menceritakan kejadian tersebut seperti dilansir Radar Garut kemarin (28/4).
Guncangan gempa sebesar 6,2 skala Richter itu berpusat di barat daya Garut dan terjadi pada Sabtu (27/4) jelang tengah malam, persisnya pukul 23.29. Tepatnya di Samudra Hindia dengan koordinat 8,39 derajat lintang selatan dan 107,11 bujur timur.
Sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, serta Jakarta turut merasakan getarannya. Selain itu, ratusan bangunan juga mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyebut gempa itu sebagai gempa menengah. Itu berdasar lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum.
Gempa Garut tersebut merupakan aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersundul di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat. ’’Populer disebut gempa dalam lempeng,” ujarnya kemarin.
Gempa susulan terjadi hingga pukul 23.55. ’’Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,1,” kata Daryono.
Terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, akibat gempa Garut, sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka. ’’Tercatat sebanyak 75 kepala keluarga (KK) terdampak dari gempa ini,” tuturnya.
Total rumah yang rusak akibat gempa itu berjumlah 110 unit. Tiga di antaranya rusak berat. ’’Dari total jumlah tersebut, kerusakan sebagian besar berada di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut,” ucap Abdul.
Selain tempat tinggal atau rumah, bencana geologi itu juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan fasilitas publik seperti tempat ibadah, sekolah, dan sarana kesehatan. ’’Tim Reaksi Cepat BPBD di masing-masing kabupaten dan kota serta Provinsi Jawa Barat terus melakukan pendataan dan monitoring,” tuturnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa menyampaikan bahwa gempa bumi tersebut tidak berdampak pada infrastruktur kereta cepat Whoosh. Sebab, struktur prasarana kereta cepat Whoosh dirancang tahan gempa hingga kekuatan magnitudo 8.
’’Pascagempa, PT KCIC telah memeriksa seluruh stasiun, jalur, serta fasilitas penunjang operasional kereta cepat Whoosh,” ujarnya. (lyn/syn/muh/c6/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
