Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 20.41 WIB

ABB Teken Kerja Sama dengan Anak Usaha PLN Kembangkan Infrastruktur Pengisi Daya Kendaraan Listrik

ABB Teken Kerja Sama dengan Anak Usaha PLN Kembangkan Infrastruktur Pengisi Daya Kendaraan Listrik, di Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

ABB Teken Kerja Sama dengan Anak Usaha PLN Kembangkan Infrastruktur Pengisi Daya Kendaraan Listrik, di Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.Com- ABB, perusahaan global di bidang elektrifikasi bekerja sama dengan anak usaha PLN, Haleyora Power untuk mengembangkan infrastruktur dan menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia.

Nota Kesepahaman ini menekankan komitmen bersama untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam percepatan program kendaraan listrik nasional.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman hari ini merupakan langkah penting dalam kolaborasi yang lebih kuat antara Haleyora Power dan ABB Indonesia untuk pengembangan infrastruktur pengisi daya kendaraan listrik di Indonesia," kata Presiden Direktur & Country Holding Officer, PT ABB Sakti Industri, Gerard Chan disela penandatanganan MOU di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).

"Sinergi ini tentunya akan membantu perwujudan e-mobilitas yang tidak hanya cerdas, namun juga andal dan bebas emisi untuk seluruh masyarakat Indonesia," sambungnya.

Dia menjelaskan, kerja sama yang dilakukan antar ABB dan Haleyora Power mencakup pengembangan layanan perangkat pengisi daya kendaraan listrik (charger) studi komprehensif, penyediaan charger. Lalu, pengembangan kompetensi personel dan pendirian pusat layanan (service center) termasuk dukungan purna jual charger.

"Nota Kesepahaman yang ditandatangani hari ini menggabungkan pengetahuan domain dan keahlian ABB dalam hal penyediaan solusi EV charging dengan jaringan ekstensif Haleyora Power dalam transmisi dan distribusi tenaga listrik di Indonesia," jelasnya.

Region Leader Asia Pasifik, ABB E-Mobility Pte. Ltd, WeeJin Lee menambahkan pihaknya akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam upaya mewujudukan ekosistem infrastruktur pengisi daya yang andal. WeeJin Lee juga menekankan pentingnya perangkat daya yang mengikuti standar demi keamanan dan kenyamanan pengguna ketika melakukan pengisian.

“Transportasi menyumbang sekitar 27-29 persen emisi CO2 secara global, sehingga kami melihat pentingnya untuk terus berupaya dalam mewujudkan target emisi nol," ujar WeeJin Lee.

Sementara itu, PLT. Direktur Utama Haleyora Power, Isral mengungkapkan bahwa PLN mendukung target pemerintah untuk menjadi produsen kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Untuk itu, Haleyora Power terus bergerak menjalin sinergi bisnis dengan semua pihak untuk mendukung pengembangan eksosistem kendaraan listrik.

Pemerintah juga menargetkan sejumlah 2,1 juta motor listrik dan 20 ribu kendaraan listrik sudah beroperasi pada 2025. Peningkatan jumlah kendaraan listrik tersebut tentu harus dibarengi dengan infrastruktur pendukung seperti layanan pengisian daya. Dalam konteks inilah, kata Isral, MoU antara Haleyora Power dengan ABB menjadi pondasi penting.

"Penandatanganan MoU ini sebagai langkah penting dalam kolaborasi yang lebih kuat antara Haleyora Power dan ABB Indonesia untuk pengembangan infrastruktur pengisi daya kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini juga menekankan komitmen kami terhadap pemerintah Indonesia dalam mendukung program net zero emission (ZRE)," ucap Irsal. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore