Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 November 2019 | 20.18 WIB

Dibangun 2017, Tol Krian–Manyar Siap Beroperasi Desember 2019

Ruas proyekl Tol Krian- legundi-bunder-mayar saat  sepanjang 38 km. diman sepanjang 19.55 km  (seksi II-IV) dikerjakan olehPT Waskita Beton Precast TBK.frizal/jawapos - Image

Ruas proyekl Tol Krian- legundi-bunder-mayar saat sepanjang 38 km. diman sepanjang 19.55 km (seksi II-IV) dikerjakan olehPT Waskita Beton Precast TBK.frizal/jawapos

JawaPos.com – Masyarakat bisa segera menggunakan tol baru Krian–Legundi–Bunder–Manyar (KLBM) akhir tahun. Ruas KLBM siap digunakan bulan depan untuk mengurai kepadatan jalur bawah di sekitar Bunder, Cerme, hingga kawasan selatan Gresik.

Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Agus Wantoro mengatakan, tol tersebut diharapkan bisa mengurai kemacetan yang mungkin timbul saat libur Natal dan tahun baru. "Kami memang menargetkan untuk antisipasi itu. Sekarang kami sudah mengerjakan lebih cepat dari target," katanya saat mengunjungi proyek tol KLBM, Kamis (21/11).

Tol layang KLBM dibangun sepanjang 38 kilometer (km). Sekitar 19,55 km di antaranya dikerjakan WSBP. Hingga November ini, progres pembangunan seksi II mencapai 99,46 persen, seksi III 99,78 persen, dan seksi IV 61,34 persen. Seksi IV masih menunggu pembebasan lahan selesai. Akhir tahun ini diharapkan pembebasan lahan itu kelar agar seksi tersebut bisa digunakan pada November 2020.

Perseroan tengah menyelesaikan finishing fasilitas jalan pada seksi tol yang hampir selesai digarap. Misalnya, memasang lampu jalan dan membuat markah. Menurut Agus, tol KLBM akan mempercepat waktu tempuh masyarakat yang melewati jalur sekitar Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Sebab, diperkirakan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk melewati tol tersebut rata-rata 38 menit.

Tol KLBM dibangun sejak 2017 dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Total biaya investasi pembangunannya Rp 12,22 triliun dengan alokasi biaya konstruksi Rp 8,4 triliun. Sementara itu, nilai kontrak WSBP mencapai Rp 3,51 triliun.

Direktur Utama WSBP Jarot Subana mengatakan, tol KLBM juga berfungsi sebagai penghubung jalan di sekitarnya. Tol tersebut juga akan memudahkan akses menuju kawasan-kawasan industri di Sidoarjo dan Gresik.

"Ini akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan pelabuhan di Gresik," ungkapnya.

Sementara itu, seksi I tol KLBM tidak dikonstruksikan langsung oleh WSBP. Sebab, perseroan hanya menjadi penyuplai produk precast. Namun, secara umum seksi I yang meliputi ramp on-off Krian hingga interchange Kedamean juga ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Rencananya, Presiden Joko Widodo meresmikan tol KLBM bulan depan.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore