Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2019 | 16.45 WIB

Kejar Target 1 Juta Hektare Jaringan Irigasi

Kementerian PUPR jaringan irigasi oleh Kementerian PUPR di Sumsel. (Kementerian PUPR) - Image

Kementerian PUPR jaringan irigasi oleh Kementerian PUPR di Sumsel. (Kementerian PUPR)

JawaPos.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki target pembangunan 1 juta hektare (ha) jaringan irigasi baru. Sejak dikerjakan pada 2015 hingga 2018 sudah terbangun 865.393 Ha jaringan irigasi.

Rencananya pada akhir 2019 Kementerian PUPR menargetkan 139.410 Ha jaringan irigasi tambahannya. Dengan demikian total pembangunan jaringan irigasi sepanjang 2015-2019 telah terbangun 1.004.803 Ha.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program yang akan tercapai targetnya. Pencapaian itu bersamaan dengan program lainnya, seperti pemeliharaan jalan nasional, pembangunan jalan baru, jalan tol, waduk, kota baru, pelatihan konstruksi, dan sertifikasi konstruksi.

"Pembangunan bendungan, embung, jaringan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan irigasi eksisting bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Menteri Basuki kepada awak media, Senin (19/8).

Kini Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Ditjen Sumber Daya Air tengah melakukan pembangunan proyek irigasi Komering dengan potensi mengairi lahan seluas 124.000 Ha.

Luas irigasi itu terbagi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) seluas 74.000 Ha yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ditambah juga dengan pembangunan irigasi seluas 50.000 Ha di Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Tulang Bawang (Provinsi Lampung).

Berdasar data Kementerian PUPR, pada 2016-2019 telah terbangun jaringan irigasi utama Bahuga D.I Komering bagian hilir di Kabupaten OKU Timur dengan luas 6.853 Ha.

“Pembangunan Daerah Irigasi Komering dilakukan bertahap dengan mengembangkan sub-daerah irigasinya sejak tahun 1990. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup dan standar hidup petani melalui peningkatan areal tanaman dan produksi pertanian,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Ditjen Sumber Daya Air, Birendrajana.

Sumber daya air yang dimanfaatkan berasal dari Danau Ranau yang merupakan danau alam dengan kapasitas sebesar 254 juta m3. Tantangan yang dihadapi dalam pengaturan irigasi adalah pada musim kemarau debit air sungai komering yang masuk ke saluran irigasi sangat kecil.

Sementara pada musim hujan elevasi sungai komering naik mengakibatkan debit air sungai komering yang masuk ke saluran relatif cukup besar dan membawa cukup banyak kandungan lumpur yang mengendap di saluran.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore