
LUAS: Lahan perbukitan di jalan tembus Desa Sumberkolak, Panarukan. Lahan ini diperkirakan dilewati tol. (Habibul Adnan/Jawa Pos Radar Banyuwangi
JawaPos.com - Pembangunan tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) membutuhkan banyak lahan. Total panjang jalan tol seksi 2 wilayah Situbondo mencapai 110,75 kilometer dengan perkiraan kebutuhan tanah 1.072 hektare. Dari luasan itu, status kepemilikan tanah terluas adalah milik masyarakat.
Pejabat pembuat komitmen (PPK) tol Probowangi wilayah Situbondo Ahmad Soda mengatakan, tanah masyarakat yang terkena rencana jalan tol mencapai 600,5 hektare. Persentasenya 56 persen dari total kebutuhan tanah. Kemudian terluas kedua tanah milik Perhutani. Mencapai 348,3 ha atau 32 persen. Sisanya, status kepemilikan tanah merupakan milik instansi, tanah kas desa (TKD), dan lain-lain.
Soda menerangkan, tanah milik masyarakat tersebut ada yang berupa persawahan, tanah permukiman, dan tanah wakaf. ”Yang paling luas adalah tanah sawah,” katanya.
Sementara itu, sampai saat ini, penetapan lokasi (penlok) untuk tol Probowangi seksi 2 masih belum turun dari gubernur. Setelah penlok turun, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan melakukan lelang terhadap konsultan jasa penilai publik (KJPP) terkait nilai atau harga tanah. KJPP merupakan pihak yang berwenang menentukan harga tanah warga yang akan dibeli untuk kepentingan tol.
Soda menjelaskan, sampai saat ini harga tanah belum ditentukan. Yang pasti, dalam penentuan harga, diklasifikasikan dalam zona 1, zona 2, dan zona 3. ”Sawah yang di pinggir jalan tidak sama dengan yang di tengah. Klasifikasinya beda. Warga kadang kurang mengerti ke arah situ,” katanya.
Terkait teknis pembebasan lahan Perhutani menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan. Biasanya ada pembahasan dengan pihak Perhutani. ”Apakah nanti tukar guling atau sewa kelola, tergantung kesepakatan. Kami tidak berani berandai-andai,” ujar Soda.
Trase tol Probowangi wilayah Situbondo melewati 14 kecamatan dan 46 desa. Mulai Desa/Kecamatan Banyuglugur di wilayah barat hingga Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, di ujung timur. Di wilayah barat, trase tol melewati Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Suboh, Mlandingan, Bungatan, Kendit, dan Panarukan. Kemudian wilayah tengah melintasi Kecamatan Kota, Panji, Kapongan, Arjasa, Jangkar. Trase terakhir Kecamatan Asembagus dan Banyuputih.
Di sepanjang trase itu terdapat empat exit toll atau pintu keluar. Masing-masing di Kecamatan Besuki, sekitar jalan raya Pasir Putih, Kecamatan Panji, serta di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022