Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 13.37 WIB

Menteri Iftitah Sebut, Sekolah dan Toilet di 154 Kawasan Transmigrasi Bakal Direnovasi

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Hilmi/Jawapos) - Image

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Hilmi/Jawapos)

JawaPos.com - Kementerian Transmigrasi tidak hanya memikirkan potensi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi. Kementerian yang saat ini dipimpin oleh Menteri Iftitah Sulaiman Suryanagara ingin memberikan akses pada pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak yang tinggal di sana.

Salah satunya adalah dengan melakukan renovasi pada sekolah-sekolah yang ada di kawasan transmigrasi. Menteri Iftitah menyatakan, renovasi sekolah dan toilet akan dilakukan di 154 kawasan transmigrasi dimulai pada tahun ini.

"Untuk program renovasi sekolah, termasuk program pembangunan toilet, itu kami laksanakan di 154 kawasan transmigrasi. Jadi, setiap kawasan transmigrasi itu pasti ada rehab sekolahnya dan ada pembangunan toiletnya," kata Menteri Iftitah Sulaiman Suryanagara saat ditemui di Nusa Tenggara Barat, belum lama ini.

Menurut dia, renovasi sekolah dan toilet kemungkinan baru bisa mulai dijalankan mulai bulan Oktober dan November 2025. Pasalnya, anggaran Kementerian Transmigrasi baru dibuka pada bulan Juli 2025. 

"Sementara untuk pembangunan fisik itu ada tendernya dulu, ada prosesnya.Yang pasti, kami akan lakukan renovasi sekolah dan toilet di seluruh kawasan transmigrasi. Kalau di NTB ada di Tambora di Bima, Labangka di Sumbawa, Tongo Sekongkang di Sumbawa Barat, dan Selaparang di Lombok Timur," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan akan berusaha mengoptimalkan setiap kawasan transmigrasi untuk menumbuhkan ekonomi baru sesuai dengan keunggulan kawasan. Setiap kawasan tentu memiliki  potensi ekonomi berbeda-beda yang akan dikembangkan sekaligus dioptimalkan ke depannya.

Untuk memetakan potensi ekonomi di masing-masing kawasan transmigrasi, Kementerian Transmigrasi mengirimkan 2000 peneliti yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot ke seluruh kawasan transmigrasi yang ada di Indonesia. 

Tim Ekspedisi Patriot terdiri dari guru besar, mahasiswa S1, sarjana S1, S2 dan S3. Mereka akan bekerja selama beberapa bulan ke depan  untuk melakukan pemetaan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan ke depannya di setiap kawasan transmigrasi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore