Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16.19 WIB

Indonesia Berebut Jadi Hub Data Center ASEAN, Tantangan Infrastruktur Masih Jadi PR

FGD terkait potensi data center di Indonesia, Jumat (29/8) sore di Jakarta. (Rian Alfianto/ JawaPos.com). - Image

FGD terkait potensi data center di Indonesia, Jumat (29/8) sore di Jakarta. (Rian Alfianto/ JawaPos.com).

JawaPos.com - Industri pusat data (data center) di Indonesia tengah memasuki fase krusial. Dengan potensi ekonomi digital nasional yang diperkirakan menembus USD 365 miliar pada 2030, kebutuhan terhadap layanan penyimpanan dan pengolahan data melonjak drastis. 

Namun, di balik optimisme tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan serius agar benar-benar bisa bersaing sebagai hub data center utama di Asia Tenggara.

Menurut laporan Structure Research, Indonesia idealnya membutuhkan kapasitas pusat data hingga 2.700 megawatt (MW). Nyatanya, kapasitas yang tersedia saat ini baru sekitar 500 MW, meski sudah menempatkan Indonesia di posisi kedua terbesar di ASEAN setelah Singapura. 

Dengan pertumbuhan komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI), kebutuhan ini dipastikan akan terus meningkat.

Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Denny Setiawan, menegaskan bahwa kebijakan investasi yang ramah serta regulasi yang jelas menjadi kunci keberhasilan.

“Insentif pajak dan kemudahan impor perangkat untuk penyedia data center bisa meningkatkan daya saing Indonesia dibanding Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Namun, insentif harus dibarengi kepastian kebijakan jangka panjang,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Peluang dan Tantangan Bisnis Data Center di Indonesia di Jakarta, Jumat (29/8).

Denny juga menyoroti perlunya pemerataan pembangunan pusat data. Selama ini, 55% kapasitas masih terkonsentrasi di Jakarta dan sekitarnya. Padahal, titik strategis di kawasan Barat, Tengah, hingga Timur Indonesia berpotensi dikembangkan, terutama yang berdekatan dengan pendaratan kabel laut (SKKL) untuk meminimalkan latensi data.

Selain regulasi, isu energi menjadi faktor penentu. Meskipun PLN memiliki surplus pasokan listrik, tarif yang masih masuk kategori bisnis dianggap belum cukup menarik. 

Ditambah lagi, tren global mendorong penyedia data center menggunakan energi hijau untuk menekan emisi karbon. “Data center bukan sekadar gudang data, melainkan pondasi digital yang memerlukan roadmap energi hijau dan integrasi perencanaan infrastruktur,” lanjut Denny.

Dalam kesempatan yang sama, Associate Director Leads Property, Esti Susanti, menyebut lonjakan kebutuhan data center hyperscale, cloud, dan AI membuat Indonesia bergerak cepat menjadi hub digital kawasan. Namun, tanpa pemerataan, beban risiko akan terkonsentrasi di Jabodetabek.

Sementara itu, Chief Cloud Officer Lintasarta, Gidion Suranta Barus, menekankan pentingnya kedaulatan data. Melalui inisiatif Lintasarta AI Factory dengan GPU Merdeka dan Cloudeka, perusahaan berupaya menyediakan infrastruktur AI lokal agar tidak bergantung pada infrastruktur asing.

“Distribusi pusat data harus keluar dari Jakarta agar inovasi digital bisa merata. Kami memperluas backbone connectivity ke wilayah strategis lain dengan bandwidth tinggi dan latensi rendah,” tegasnya.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma, menambahkan bahwa Indonesia bagian Timur masih jauh tertinggal dalam ekosistem digital. "Tanpa infrastruktur kabel optik yang andal, peluang investasi data center di kawasan Timur sulit terealisasi,” ujarnya.

Menurut Hendra, keberadaan pusat data akan menjadi penopang utama transformasi digital di Indonesia, mulai dari IoT, cloud computing, e-commerce, smart city, hingga pengembangan AI. "Evolusi digital selalu bermuara pada data center. Tanpa itu, pertumbuhan ekonomi digital bisa tersendat,” pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore