
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah rakyat tuntas pada Juli 2025. Kini sisa waktu pengerjaan kurang dari tiga bulan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menuturkan, untuk sekolah rakyat tahap satu ini ditargetkan tuntas Juli tahun ini dengan 65 sekolah rakyat hingga 100 sekolah rakyat. Soal jumlah ini masih bisa terus berkembang sesuai kebutuhan. "Saya mengejar selesai Juli ini," paparnya Minggu (12/5).
Saat ini masih direncanakan pembangunan dilakukan BUMN karya. Terdapat juga usulan dari DPR untuk tidak hanya dikerjakan BUMN karya. "Kami ikut saja, menunggu peraturan presiden (perpres). Kami manut saja," terangnya.
Kementerian PU fokus bagaimana pembangunan sekolah rakyat tahap satu ini tuntas. Untuk tahun ini fokusnya melakukan renovasi berbagai sekolah. "Sifatnya renovasi ini," tuturnya.
Namun, pada tahap dua barulah pembangunan dilakukan dari nol. Menurutnya, problemnya adalah ketersediaan lahan untuk sekolah rakyat. "Lahan yang dibutuhkan itu lebih dari 6 hektare," terangnya.
Munculnya ukuran harus 6 hektare atau lebih ini dikarenakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sekolah didesain untuk minimum seribu murid dan harus ada fasilitas olahraga, seperti lapangan sepak bola. "Kalau lahannya cuma 5 hektare hingga 5,5 hektare, ya lapangan bolanya kecil. Kalau sampai 8 hektare, ya lapangan bolanya full," urai Dody.
Untuk anggaran sekolah rakyat ini sekitar Rp 25,8 triliun. Pembangunan setiap unitnya diprediksi mencapai Rp 150 miliar. Masalahnya, yang cukup menyedihkan masih ada bupati dan wali kota yang menolak sekolah rakyat ini karena tidak ada desil 1 dan desil 2 atau pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan secara nasional. "Memang yang diutamakan itu daerah desil 1 dan desil 2, makanya koordinasi dengan Badan Pusat Statistik dan Kementerian Sosial," paparnya.
Menurutnya, padahal Presiden Prabowo memberikan pancingan agar ekonomi bisa bergerak di wilayah yang benar-benar membutuhkan. "Cuma yang di kepala saya ini kan sebenarnya kayak kail gitu. Kail yang diberikan Pak Prabowo agar ekonomi itu bergerak di tempat-tempat kemiskinan itu. Setiap sekolah seribu murid. Tiap hari makan, pasti beli beras, beli sayur. Kan itu semua dari lokal. Itu kan ada ekonomi yang bergulir di situ," urainya.
Selain pembangunan dilakukan PU, Dody mengundang keterlibatan pihak swasta untuk membangun Sekolah Rakyat. Dia menegaskan swasta juga bisa membuat 100 sekolah per tahun melalui program corporate social responsibility (CSR). "Ini yang sedang dipertimbangkan," paparnya. (idr)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
