Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 April 2026 | 05.29 WIB

7.000 Titik Ditambal, Menteri PU Klaim Perbaikan Jalan Berlubang di Pantura Tinggal 1-2 Persen lagi

Sejumlah mobil melewati jalan berlubang di Tangerang Selatan, Jumat (21/02/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah mobil melewati jalan berlubang di Tangerang Selatan, Jumat (21/02/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut, perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa telah hampir tuntas dengan sisa perbaikan sekitar 1 hingga 2 persen.

Dody mengatakan, perbaikan tersebut terus dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, terutama pada jalur nasional yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi.

“Kalau jalan berlubang di Pantura Insya Allah sudah (hampir tuntas), sisa (perbaikan) sekitar 1 persen 2 persen,” kata Dody di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan, kerusakan jalan sebagian besar disebabkan oleh kendaraan dengan muatan berlebih dari aturan atau over dimension and over load (ODOL), serta kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi. Menurut dia, kendaraan berat yang melintas menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.

“Yang lewat itu rata-rata kendaraan besar ODOL yang over dimension dan over load itu yang membuat jalan rusak,” ujarnya.

Selain itu, curah hujan tinggi yang masih berlangsung di sejumlah wilayah juga mempercepat munculnya kerusakan jalan seperti lubang. Dody mengatakan, ruas jalan nasional itu terus diawasi oleh petugas lapangan atau penilik jalan yang bertanggung jawab memantau kondisi jalan secara rutin.

Ia menyebut, satu penilik jalan umumnya menangani ruas sepanjang sekitar 10 hingga 25 kilometer, tergantung panjang jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut dia, petugas tersebut melakukan pengecekan harian untuk mengidentifikasi kerusakan dan mempercepat penanganan di lapangan.

Dody menambahkan, selain perbaikan jalan berlubang, pemerintah juga memberi perhatian pada kondisi jembatan, khususnya pada bagian sambungan atau expansion joint. Ia menyebut, kerusakan pada bagian tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore