Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Maret 2024 | 05.18 WIB

Bandara Banyuwangi Sediakan Angkutan Kargo untuk Layani Kegiatan Ekspor ke Luar Negeri, Ini Daftar Maskapai dan Negara Tujuannya

Petugas memeriksa angkutan kargo di Bandara Internasional Banyuwangi di Desa/Kecamatan Blimbingsari Jumat (15/3). (Johan)

 
JawaPos.com –  Direct export cargo merupakan salah satu layanan yang disediakan oleh Bandara Internasional Banyuwangi.
 
Biasanya, layanan kargo ini digunakan untuk aktivitas ekspor impor dari dan ke beberapa negara luar yang menjadi tujuan.
 
Sayangnya, fasilitas penunjang perekonomian di Kabupaten Banyuwangi itu hingga kini masih minim dan sepi peminat.
 
 
Dilansir dari Radar Banyuwangi (JawaPos Grup), Sabtu (16/3), saat kali pertama kali launching, layanan kargo di Bandara Banyuwangi ini sempat ramai.
 
Bahkan, ekspor satu ton produk kelautan asli Banyuwangi berupa koral (bunga karang) menuju Hongkong dilepas langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melalui bandara ini.
 
“Untuk volume, rata-rata per hari berkisar 600 kilogram dengan komodity utama lobster,” ungkap Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Internasional Banyuwangi, Johan Seno Acton.
 
 
Johan mengatakan, semula pengiriman kargo di Bandara Internasional Banyuwangi ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perekonomian daerah.
 
Diketahui, layanan ekspor kargo langsung untuk mendorong kinerja ekspor di Banyuwangi ini diinisiasi oleh Angkasa Pura (AP) II.
 
“Semua berkat kolaborasi antara AP II bersama Pemkab Banyuwangi dan stakeholder CIQ (custom-immigration-quarantine),” katanya.
 
 
Kedepannya, Johan berharap para eksportir yang berada di Banyuwangi dapat memanfaatkan secara maksimal fasilitas tersebut untuk memudahkan kegiatan perdagangan mereka.
 
Selain itu, layanan ini juga bisa menghemat waktu dan biaya, “Ketimbang harus mengirim komoditasnya melalui Bandara Juanda Surabaya atau Ngurah Rai di Bali, ini bisa lebih cepat,” jelasnya.
 
Terkait maskapai yang membuka layanan kargo di Bandara Banyuwangi ini, Johan menyebut, ada maskapai Batik Air dan Citilink dengan tujuan Jakarta.
 
 
Lebih jauh Johan bercerita, jika berkaca dari trend lima tahun sebelumnya, untuk pengiriman kargo pada bulan Ramadhan sampai sepekan sebelum Lebaran, pengiriman cenderung menurun. “Ramadan kali ini menurun,” ucapnya.
 
Terkait pengiriman kargo ekspor di Bandara Internasional Banyuwangi ini, sejak pertama kali dibuka pada November 2020 lalu, menurutnya yang paling banyak masih tujuan Jakarta.
 
“Sudah beberapa kali pengiriman ke luar negeri dengan tujuan Hongkong dan Taiwan dengan komoditas koral dan produk kelautan,” ungkapnya.
 
 
Kargo yang disiapkan di Bandara Internasional Banyuwangi ini berkapasitas hingga 3 ton. Kapasitas itu menurutnya masih sangat cukup untuk kegiatan ekspor di Banyuwangi.
 
“Tidak ada penimbunan, ketika barangnya sampai, langsung disiapkan pemeriksaan lalu diangkut ke maskapai,” terangnya.
 
“Semoga fasilitas kargo ekspor ini bisa  menarik para eksportir untuk berinvestasi di Banyuwangi,” tutupnya.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore