Segera Kerjakan Ruas Jalan Mrican Jadi Akses Bandara, Terhubung dengan Jembatan Jongbiru. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus menyempurnakan infrastruktur jalan non tol yang akan jadi akses menuju Bandara Internasional Dhoho.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), Jumat (23/2), pemkot berencana memperbaiki beberapa ruas jalan yang berada di sisi barat Jembatan Jongbiru.
Tepatnya, beberapa ruas jalan yang berada di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Hal itu pun turut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Kabid Bina Marga I Made Dwi Permana.
“Jalan yang di sisi barat Jembatan Jongbiru itu nanti kita aspal ulang sebagai bentuk peningkatan,” kata I Made Dwi Permana.
Ia menjelaskan, proyek perbaikan atau peningkatan infrastruktur jalan itu meliputi perbaikan pada permukaan jalan. Ini perlu dilakukan karena nantinya jalan itu juga akan difungsikan sebagai akses bandara.
Menurutnya, lebar jembatan saat ini hanya tujuh meter. Sementara itu, eksisting jalan saat ini berkisar 6 - 6,5 meter, dan hanya membutuhkan sedikit pelebaran. Sehingga, tak memerlukan pembebasan lahan.
“Kita lebarkan sampai tujuh meter sesuai dengan dimensi Jembatan Jongbiru. Nanti mengambilnya dari sisi selatannya jalan karena sisi utara sudah perumahan warga,” tuturnya.
Made juga menyebut, perbaikan jalan itu bukan semata - mata untuk menunjang Jembatan Jongbiru yang jadi akses ke bandara. Tetapi juga karena kondisi jalan di sana memang membutuhkan perbaikan.
"Memang kondisi permukaan jalannya sudah agak aus. Nanti akan kita overlay atau tutup aspal ulang lagi,” ungkapnya.
Peningkatan kualitas jalan tersebut menurut Made akan dilakukan sepanjang 350 meter dari Jembatan Jongbiru. Sementara sisanya—atau jalan di kawasan Pabrik Gulan Mritjan—sudah memenuhi lebar jalan yang dibutuhkan.
“Di depan PG (pabrik gula, Red) istilahnya kapasitas jalannya masih mampu mendukung akses jalan. Itu lebarnya sudah sekitar 7-8 meter,” katanya.
Meski sudah diwacanakan, Made mengaku pihaknya hingga kini belum serius melakukan perencanaan terkait proyek tersebut. Menurutnya, perencanaan baru akan dilakukan pada April mendatang.
Naming, Made tetap optimistis bahwa pembangunan fisik proyek peningkatan jalan tersebut bisa dilakukan di tahun yang sama yakni pada 2024 ini.
“Perencanaan mulai April ini. Mungkin dua bulan perencanaan selesai, baru dilaksanakan terkait fisiknya,” tandas Made.