
SEGERA SELESAI: Foto udara wajah Bandara Dhoho, Kediri, yang saat ini masih dalam tahap konstruksi. Jika tak ada aral melintang, bandara tersebut dapat beroperasi akhir tahun ini.
JawaPos.com- Kediri bakal punya bandara baru yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2024. Jika nanti sudah beroperasi, bandara ini menjadi satu-satunya landasan pacu di Indonesia yang menggunakan dana dari perusahaan swasta, PT Gudang Garam Tbk.
Dilansir dari laman Antara, Senin (13/11), progres pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri sudah mencapai 97,04 persen. Sehingga pemerintah Kabupaten Kediri tinggal mempersiapkan perlengkapan fasilitas pendukung lainnya.
Hadirnya Bandara Internasional Dhoho Kediri tentu sangat menguntungkan bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, maupun Kabupaten Trenggalek. Sebab mereka tidak perlu jauh-jauh ke Bandara Juanda Surabaya jika ingin bepergian dengan transportasi udara.
Perlu diketahui, bandara ini nantinya akan melayani penerbangan domestik dan internasional. Selain itu, juga melayani masyarakat yang menunaikan ibadah Haji maupun Umrah.
Seiring dengan progres pembangunan yang masih berjalan, JawaPos.com mengulik beberapa fakta yang belum diketahui oleh masyarakat. Berikut fakta pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri:
Biaya Pembangunan Fantastis
Bandara Internasional Dhoho Kediri ini memakan anggaran yang fantastis, yaitu Rp10,8 triliun. Dana pembangunan bersumber dari PT Gudang Garam Tbk. Perusahaan ini merupakan industri rokok terbesar di Kota Kediri, Jawa Timur.
Penyaluran dana pembangunan tersebut melalui PT Surya Dhoho Investama (SDHI). Perusahaan ini berkolaborasi dengan Angkasa Pura Airports sebagai tindak lanjut pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Perjanjian itu telah disepakati oleh PT SDHI dan Kementerian Perhubungan pada 7 September 2022.
Perjanjian itu disahkan dengan Kerja Sama Operasi (KSO) Bandara Kediri oleh Angkasa Pura Airports dan PT SDHI. Dengan KSO tersebut, kedua perusahaan resmi mengelola dan mengoperasikan bandara Dhoho Kediri.
Pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri dilakukan dengan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sesuai dengan Perpres Nomor 38 Tahun 2015 dan Permenhub Nomor 58 Tahun 2018.
Masing-masing perusahaan memiliki peran dan tanggung jawab yang telah disepakati bersama. Angkasa Pura Airports memiliki peran untuk mengoperasikan bandara, sedangkan PT SDHI selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP) sekaligus pemilik aset berperan untuk mengelola Bandara.
Memakan Lahan yang Luas
Proyek pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri telah memakan lahan yang sangat luas, mencapai 317 hektare. Lahan seluas itu melibatkan tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Grogol, Tarokan, dan Banyakan.
Ratusan hektar lahan tersebut disulap menjadi landasan pacu sepanjang 3.300 dengan lebar 45 meter. Di area Bandara juga akan dibangun terminal dengan desain modern. Luasnya diperkirakan mencapai 18.000 meter persegi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
