Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 19.09 WIB

PT KCIC Sebut KA Feeder Bantu Tingkatkan Konektivitas KA Cepat

KA feeder yang membantu konektivitas penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung. - Image

KA feeder yang membantu konektivitas penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

JawaPos.com–PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebutkan keberadaan KA pengumpan atau feeder di Stasiun Padalarang akan membantu meningkatkan konektivitas dan pergerakan penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

”KA Cepat akan terintegrasi dengan KA feeder di Stasiun Padalarang untuk mempermudah penumpang KA Cepat menuju Stasiun Cimahi atau Stasiun Bandung,” kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa seperti dilansir dari Antara, Selasa (5/9).

Eva mengatakan, berbagai persiapan dan penyempurnaan terus dilakukan KCIC, termasuk dalam hal aksesibilitas dan integrasi antarmoda. Stasiun KA Cepat Padalarang terkoneksi langsung dengan Stasiun KA Padalarang, sehingga memudahkan penumpang untuk berpindah moda.

Dia menjelaskan, penyediaan KA feeder merupakan hasil kolaborasi bersama KAI dalam rangka peningkatan konektivitas serta layanan transportasi yang seamless dan nyaman bagi penumpang KA Cepat. Di Stasiun Padalarang, akan tersedia KA feeder yang berhenti di Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung.

Adapun perjalanan dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung akan memakan waktu sekitar 20 menit. Jika ditambah perjalanan KA Cepat Halim-Padalarang selama 30 menit, total perjalanan dari Stasiun KA Cepat Halim menuju Stasiun Bandung adalah 50 menit.

”Integrasi kedua transportasi berbasis rel ini akan koneksikan Stasiun Halim dan Stasiun Padalarang hanya dalam 50 menit,” ujar Eva Chairunisa.

Lebih lanjut Eva menyampaikan, bagi masyarakat yang ingin menuju pusat Kota Bandung, dapat memanfaatkan KA feeder yang jadwalnya menyesuaikan perjalanan KA Cepat. Penumpang cukup turun di stasiun KA Cepat Padalarang dan beralih ke KA feeder, kemudian menuju Stasiun Bandung maupun Stasiun Cimahi.

Selain KA feeder, masyarakat juga bisa memanfaatkan Commuter line Bandung Raya, Trans Metro Pasundan rute Alun-Alun-KBP, Damri rute Alun-Alun Bandung-Situ Ciburuy (Via Cimahi) serta rute usul St Padalarang–Lembang oleh KBB, serta angkutan perkotaan rute Padalarang-Rajamandala, Padalarang-Cimahi–Leuwipanjang, dan Padalarang-Cimahi.

Integrasi antarmoda itu bisa terwujud berkat dukungan dari Kemenko Marves, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, pemerintah daerah dan para operator angkutan umum.

”Dengan kolaborasi ini, diharapkan stasiun-stasiun KA Cepat bisa dengan mudah diakses dan dijangkau oleh masyarakat,” tutur Eva Chairunisa.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat melakukan uji coba perjalanan terintegrasi dari Stasiun Halim menuju Stasiun Bandung menggunakan KA Cepat dilanjutkan dengan KA feeder. Itu guna memastikan kelancaran perjalanan kedua kereta api tersebut.

Selain Menhub, hadir pula dalam kegiatan tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri 2 BUMN Rosan Roeslani, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto, dan para pemimpin redaksi media. Dalam kesempatan itu, Menhub menyebutkan bahwa uji coba ini bagian dari rangkaian penyempurnaan layanan KA Cepat jelang pengoperasian secara reguler.

”Kami bersama KCIC terus berupaya melakukan penyempurnaan dengan melakukan serangkaian uji coba. Mudah-mudahan uji coba berjalan lancar dengan hasil yang baik, sehingga sudah bisa digunakan masyarakat pada Oktober,” ujar Menhub Budi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore