
Kontroversi membayangi Gates Foundation seiring hubungan Bill Gates dengan finansier kriminal Jeffrey Epstein. (The Straits Times)
JawaPos.com — Gates Foundation mengumumkan telah membuka peninjauan eksternal pada awal 2026 terkait keterlibatannya di masa lalu dengan mendiang pengusaha keuangan sekaligus pelaku kejahatan seksual terpidana, Jeffrey Epstein. Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap hubungan Bill Gates dengan Epstein serta tekanan terhadap transparansi tata kelola lembaga filantropi global.
Sorotan tersebut menguat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis dokumen email pada Januari yang memperlihatkan adanya komunikasi antara Epstein dan staf yayasan. Temuan ini kembali memicu pertanyaan mengenai standar tata kelola dan proses kemitraan di salah satu lembaga filantropi terbesar di dunia.
Dilansir dari Reuters, Rabu (22/4/2026), yayasan menyatakan, “Pada awal tahun ini, CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menugaskan tinjauan eksternal untuk menilai keterlibatan yayasan di masa lalu dengan Epstein, serta kebijakan kami saat ini dalam menyaring dan mengembangkan kemitraan filantropi baru.”
Selain itu, dalam pernyataan yang sama disebutkan, “Tinjauan tersebut sedang berlangsung, dan kami memperkirakan dewan serta manajemen akan menerima pembaruan pada musim panas ini.”
Sementara itu, laporan awal mengenai peninjauan ini pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal. Dalam memo internal kepada staf, Suzman menyebut, “Ini adalah masa yang menantang bagi organisasi kami dalam banyak hal, tetapi juga menegaskan pentingnya mengambil langkah sulit saat ini.” Pernyataan tersebut menunjukkan kesadaran internal atas dampak reputasi yang dihadapi yayasan.
Dalam komunikasi terpisah kepada Reuters, yayasan menyatakan bahwa peninjauan tersebut telah diumumkan melalui email internal kepada seluruh organisasi pada Maret. Sebelumnya, pada Februari, yayasan juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan pembayaran finansial kepada Epstein maupun mempekerjakannya.
Sementara itu, lembaga filantropi tersebut secara eksplisit menyatakan penyesalan, dengan mengatakan bahwa mereka “menyesali adanya interaksi karyawan dengan Epstein dalam bentuk apa pun.” Keterangan ini mempertegas upaya menjaga jarak institusional dari figur yang telah menjadi simbol skandal global.
Di sisi lain, dokumen Departemen Kehakiman juga memuat foto Bill Gates bersama Jeffrey Epstein, serta dengan sejumlah perempuan yang identitasnya disamarkan. Temuan ini memperkuat tekanan publik terhadap akuntabilitas tokoh dan institusi besar dalam menjalin relasi strategis.
Merespons temuan tersebut, Gates menegaskan bahwa hubungannya dengan Epstein terbatas pada konteks filantropi dan mengakui bahwa pertemuan tersebut merupakan kesalahan. Dia juga membantah pernah menghabiskan waktu dengan korban pelecehan seksual Epstein.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022