Kuasa Hukum Sarwendah Tan, Chris Sam Siwu. (Istimewa)
JawaPos.com-Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, sempat mengeluh dipersulit bertemu dengan anak-anaknya oleh Sarwendah Tan, setelah mereka bercerai. Bahkan, untuk sekadar bertemu saja, pihak Sarwendah dinilai tidak berkenan dan memilih keluar dari pintu lain supaya tidak bertemu Ruben Onsu.
Atas keluhan dari pihak Ruben Onsu tersebut, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengaku membuka komunikasi yang baik. Sarwendah menegaskan tidak pernah mempersulit Ruben untuk bertemu anak-anaknya.
"Sebenarnya klien kami sudah membuka komunikasi yang baik untuk masalah anak dari awal. Saya tegaskan klien kami, Sarwendah, tidak pernah menghalang-halangi seorang bapak untuk bertemu anaknya," ungkap Chris Sam Siwu di bilangan Cilandak Jakarta Selatan, Rabu (19/11).
Dia menambahkan, pihak Sarwendah sebenarnya tidak mau membicarakan masalah yang sifatnya privasi. Namun berhubung masalah ini sudah terbuka ke publik, mau tidak mau, harus bicara untuk tujuan meluruskan supaya terungkap fakta yang sebenarnya. "Yang terjadi sebenarnya, komunikasinya lagi kurang pas," tuturnya.
Dalam pandangan Sarwendah, anak tidak boleh dianggap seperti barang dimana mereka dipindahkan ke pihak ayah atau pihak ibu secara bergantian. Bagi Sarwendah, anak bisa tinggal dimana saja asalnya mereka merasa nyaman.
"Pada saat anaknya mau ketemu neneknya, dibawa ke neneknya. Pada saat anaknya mau diantar oleh tantenya, dia ikuti. Jadi, mengikuti kemauan anak. Pada saat itu mungkin secara bersamaan ada permintaan dari pihak Ruben. Tapi karena itu keinginan anak, klien kami tetap mendahului keinginan anak," paparnya.
Menurut pengacara Sarwendah itu, apa yang terjadi sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Ini jadi masalah karena terjadi miskomunikasi dan belum ada kesamaan pandangan tentang gaya parenting terbaik untuk anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
"Memang ini dampak dari sebuah perceraian, tetapi tetap sebisa mungkin kalau bisa ya komunikasi untuk keperluan anak antara bapak dan ibunya. Ini sebenarnya hanya masalah miskomunikasi," katanya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
