Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 14.26 WIB

Pledis Entertainment Tegaskan Tindakan Hukum Lindungi Hak Seventeen dari Pelanggaran dan Fitnah Online

Pledis Entertainment tegaskan tindakan hukum untuk lindungi hak Seventeen dari Pelanggaran. (Allkpop)

JawaPos.com - Agensi besar asal Korea Selatan, Pledis Entertainment, kembali menunjukkan keseriusannya dalam melindungi hak-hak artisnya, khususnya grup populer Seventeen. 
 
Menurut laman Allkpop, pada Jumat (26/9), melalui platform komunitas global penggemar Weverse, Pledis mengunggah pengumuman resmi berjudul “Update on Legal Action Regarding Infringement of Artists’ Rights” yang memberikan penjelasan terbaru tentang langkah hukum yang sedang mereka tempuh.
 
Dalam pengumuman tersebut, agensi menegaskan bahwa mereka telah mengambil berbagai langkah konkret untuk menghadapi para pelanggar hukum di banyak bidang. 
 
 
Salah satu perhatian utama adalah praktik penjualan tiket ilegal oleh para calo profesional. 
 
Pledis menekankan bahwa mereka tengah bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam investigasi untuk menekan praktik jual-beli tiket konser secara tidak sah, yang merugikan penggemar sekaligus para artis.
 
Tidak hanya itu, Pledis juga menyoroti kasus serius terkait kebocoran informasi rahasia. 
 
Beberapa waktu terakhir, materi yang belum dirilis seperti album maupun detail konser Seventeen diketahui bocor dan beredar di dunia maya. 
 
 
Menurut pihak agensi, penyelidikan resmi telah mengungkap bahwa pelaku didakwa atas tuduhan membocorkan rahasia dagang. 
 
Kasus ini kini telah dilimpahkan ke kejaksaan dan masih dalam proses hukum yang berjalan.
 
Pledis menekankan bahwa mereka akan menerapkan sikap tanpa toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk pelanggaran. 
 
Agensi berjanji akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang hingga proses hukum selesai, dengan tujuan agar para pelanggar benar-benar mendapat hukuman yang setimpal sesuai ketentuan undang-undang.
 
Selain fokus pada pelanggaran fisik dan komersial, Pledis juga menegaskan komitmennya dalam melawan serangan di ranah digital. 
 
Mereka mengungkapkan bahwa tindakan hukum baik perdata maupun pidana telah ditempuh terhadap penyebaran fitnah, kabar bohong, hingga komentar merendahkan yang menyerang para anggota Seventeen. 
 
Hal ini termasuk perlindungan terhadap member yang saat ini sedang menjalankan kewajiban wajib militer, yang tak jarang juga menjadi sasaran komentar jahat.
 
“Tidak akan ada kompromi, kelonggaran, ataupun penyelesaian damai terkait fitnah dan pencemaran nama baik yang ditujukan pada artis kami,” tegas agensi dalam pernyataan mereka. 
 
“Kami akan terus menanggapi secara aktif hingga akhir agar para pelanggar menerima hukuman yang berat dan adil," lanjut agensi yang menaungi Seventeen tersebut. 
 
Sikap tegas ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada bulan Juni lalu, Pledis juga sempat mengumumkan langkah besar-besaran dalam menindak komentar jahat. 
 
Bahkan, mereka mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mengungkap identitas pengguna media sosial di luar negeri yang diduga terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian.
 
Sementara itu, Seventeen tetap melanjutkan aktivitas mereka di panggung dunia. 
 
Grup beranggotakan 13 orang ini tengah menjalani tur dunia bertajuk “NEW_”, dan dijadwalkan tampil di Kai Tak Stadium, Hong Kong, pada 27–28 September. 
 
Di tengah jadwal padat mereka, dukungan penuh dari agensi menjadi bukti nyata bahwa perlindungan terhadap artis bukan hanya janji, melainkan tindakan nyata yang terus dilakukan.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore