
Potret Chen, Baekhyun, dan Xiumin (x.com/weareoneEXO)
JawaPos.com — Perseteruan hukum antara sub unit EXO, CBX (Chen, Baekhyun, dan Xiumin), dengan SM Entertainment masih terus berlanjut. Dilansir dari koreaboo.com dan allkpop.com, sengketa ini bermula dari perbedaan pandangan mengenai kontrak eksklusif, pembagian keuntungan, hingga transparansi laporan keuangan.
Awal Perselisihan
Masalah mencuat pada Juni 2023, ketika CBX menyatakan ingin mengakhiri kontrak eksklusif dengan SM.
Mereka menuding agensi tidak memberikan laporan penyelesaian keuangan secara transparan. Selain itu, CBX menolak syarat tambahan yang mewajibkan mereka menyerahkan 10% pendapatan individu dari aktivitas solo kepada SM.
SM membantah tuduhan tersebut. Agensi menegaskan bahwa CBX setuju dengan kontrak yang berlaku dan kewajiban membayar persentase tertentu dari pendapatan individu merupakan bagian dari perjanjian tambahan.
Gugatan Balik dan Klaim Keuangan
Ketegangan meningkat ketika SM Entertainment melayangkan gugatan terhadap ketiga anggota pada Juni 2024. Gugatan itu bertujuan menegakkan kontrak eksklusif yang masih berlaku.
Sebaliknya, CBX melalui agensi INB100 menyebut SM melanggar kesepakatan soal distribusi musik, termasuk royalti 5,5% dari penjualan album.
Mereka juga menolak pembagian 10% untuk aktivitas solo. Nilai perselisihan ini diperkirakan mencapai ₩600 juta KRW (sekitar USD 429 ribu).
Dilansir dari koreaboo.com, kasus ini menjadi salah satu konflik artis-agensi terbesar di industri K-Pop saat ini.
Timeline Perkembangan Kasus
Sejak awal 2023, CBX sudah menyuarakan keberatan mereka atas kontrak jangka panjang dan kurangnya transparansi keuangan dari SM. Pada pertengahan 2023, mereka secara resmi meminta pemutusan kontrak.
Setahun kemudian, pada Juni 2024, SM menanggapi dengan melayangkan gugatan hukum untuk menegakkan kontrak eksklusif.
Situasi semakin tegang ketika kedua pihak saling melayangkan tuduhan terkait pelanggaran perjanjian distribusi dan kewajiban pembayaran.
Proses hukum berlanjut ke ranah pengadilan pada 2025. Menurut laporan allkpop.com, pada 23 September 2025 digelar mediasi pertama, namun gagal mencapai kesepakatan. Mediasi lanjutan dijadwalkan pada 10 Oktober 2025 untuk mencoba mencari jalan tengah.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
