Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 November 2024 | 16.27 WIB

Profil Fajar Nugros, Sutradara yang Kritik Penangkapan Gunawan Sadbor tapi Artis Jakarta Promosikan Judi Online

Fajar Nugros. (Instagram: fajarnugrs) - Image

Fajar Nugros. (Instagram: fajarnugrs)

JawaPos.com - Sutradara Fajar Nugros mengungkapkan kegelisahannya melalui unggahan di media sosial terkait langkah aparat penegak hukum yang menangkap dan menetapkan tersangka konten kreator (KK) daerah yang mempromosikan judi online.

Poin kritikannya karena hukum seperti tebang pilih. Tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Terbukti, sejumlah artis dengan nama besar juga turut mempromosikan judi online tapi kenyataannya mereka seperti tidak tersentuh hukum.

Sejumlah artis di Jakarta tersebut biasanya hanya diperiksa dan setelah itu tidak ada tindak lanjut untuk memproses promosi kasus judi online yang telah mereka lakukan. Namun terhadap konten kreator daerah, mereka dilakukan penangkapan dan penetapan tersangka seperti dialami Gunawan Sadbor.

Fajar Nugros mengaku sedih konten kreator daerah seperti Gunawan Sadbor dan temannya ditangkap. Mengingat, mereka tidak sejahtera dengan bertani.

Yang bikin sedih,disaat kesempatan memanfaatkan media sosial untuk kehidupan lebih baik itu datang, mereka tergelincir dan direspons dengan tangan besi aparat penegak hukum. Bukan diperingatkan terlebih dahulu sebagaimana sikap lembur mereka ke artis-artis Jakarta yang juga promosi judi online.

Berikut profil Fajar Nugros

Fajar Nugros lahir di Jogjakarta, 29 Juli 1979. Kini dia berusia 45 tahun. Dia merupakan seorang sutradara, penulis, dan produser film.

Di bidang pendidikan, Fajar Nugros mengenyam pendidikan SMA di Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Setelah itu, dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Islam Indonesia Jogjakarta.

Awal karirnya sebagai sutradara dimulai setelah belajar dari sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo. Awalnya, Fajar Nugros membuat film pendek namun dia kemudian merambah ke film layar lebar.

Debut Fajar Nugros sebagai sutradara film layar lebar melalui Queen Bee pada tahun 2009 silam. Setelah itu, namanya berkibar di jagat dunia perfilman Tanah Air lewat sejumlah judul film yang dikenal publik.

Misalnya, film Cinta Brontosaurus, Refrain, Bajaj Bajuri the Movie (2014), Moammar Emka's Jakarta Undercover, Yowis Ben, Srimulat: Hil yang Mustahal, Balada Si Roy, dan lain lain.

Selain aktif membuat film, Fajar Nugros juga mendirikan rumah produksi sendiri bersama sang istri, Susanti Dewi, dengan nama Demi Istri Production pada Januari 2013 silam. Nama itu dibuat untuk mengingatkan bahwa pekerjaannya ini semata untuk istri dan anak.

Pada 12 Mei 2020, Demi Istri Production diakuisisi sehingga namanya pun berubah menjadi IDN Pictures.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore