
Bunda Corla komentari Rohingya (sumber: Instagram Bunda Corla)
JawaPos.com – Bunda Corla dengan gayanya yang khas mengomentari pengungsi Rohingya yang berlabuh kembali di Pesisir Pantai Aceh.
Di akun X @kegblgnunfaedh mengunggah video live oleh bunda Corla yang dilakukan pada akun TikTok pribadinya.
Dalam Live TikTok bunda Corla dengan cara bicaranya yang sudah menjadi ciri khasnya, dia mengatakan bahwa pengungsi Rohingya memiliki perilaku yang buruk.
Video TikTok yang diunggah oleh akun X tersebut awalnya menunjukkan kalau bunda Corla sedang live seperti biasa.
Kemudian ada beberapa komentar netizen yang menanyakan pendapatnya tentang pengungsi Rohingya yang tidak mau ke luar dari Aceh.
Komentar tersebut mendapatkan respons yang cukup mengejutkan dari bunda Corla yang sedang tidak berada di Indonesia.
Bunda Corla yang tinggal di Jerman tersebut ternyata merespons negatif tentang keberadaan pengungsi Rohingya yang berlabuh di pesisir pantai Aceh.
Dalam beberapa komentarnya, bunda Corla terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya kepada pengungsi asal Myanmar tersebut.
“Ngelunjak itu, dikasih makan nggak cukup, mengeluh lagi dia, sudah tahu numpang,” ungkapnya dalam video yang berdurasi satu menit tersebut.
Perempuan yang berumur 49 tahun tersebut juga memperagakan perilaku pengungsi Rohingya saat diberi makan oleh warga Aceh dan para relawan.
Gestur yang ditunjukkan bunda Corla menunjukkan pengungsi Rohingya yang tidak pernah cukup ketika diberi makan oleh warga lokal.
Perempuan itu juga mengatakan “nggak tahu diri kau! Kalau aku di situ kulempar lagi pakai nasi basi, nggak cukup? Hah? Nggak ada etika,” lanjutnya dengan gayanya yang unik.
Dalam komentarnya bunda Corla juga mengatakan bahwa pengungsi Rohingya yang selalu tidak bersyukur atas pemberian orang Indonesia dan akan berpotensi menginjak kepala (semena-mena).
Selain itu, Penyanyi lagu 'no comment' ini mengatakan agar para pengungsi Rohingya tidak menginjakkan kaki di Indonesia dan mencari negara lain.
Kemudian Perempuan paruh baya itu mengungkapkan tentang kesamaan agama yang dimiliki oleh pengungsi Rohingya dengan mayoritas agama di Indonesia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
