
Dewi Perssik adu mulut dengan Ketua RT 04/06 Lebak Bulus Jakarta Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Dewi Perssik terus mempersoalkan perseteruannya dengan Ketua RT 06 RW 4 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Malkan. Depe masih mengunggah rentetan video saat mediasi dan klarifikasi yang berlangsung ricuh dan tidak menemukan jalan damai, dikutip dari POJOK SATU.
Mediasi antara Dewi Perssik dan Ketua RT tersebut berlangsung Kamis (29/6) di Masjid Babul Khoirot, tidak hanya gagal menemukan titik temu, tapi juga diwarnai adu mulut, emosi, dan saling tunjuk.
“Ini mediasi kita, bisa kalian lihat, satu cewek melawan RT dan para jubirnya tanpa editing. Bagaimana menurut Anda sikap RT yang seperti ini? Yang pake baju putih si Pak RT, yang bilang “saya org betawi juga ada di baleho depan rumah saya”. Yang perempuan pake baju putih istri dari pak RT diduga,” tulis Dewi Perssik pada caption postingannya di Instagram-nya.
Video-video mediasi itu juga diunggahnya di akun TikTok-nya yang semakin memicu pro dan kontra atas kejadian tersebut.
Di video tersebut ada satu video yang paling disorot saat Dewi Perssik sampai emosi hingga orang-orang yang di masjid bersalawat menenangkan situasi, namun tetap gagal.
Ini berawal saat tim Pak RT meminta penjelasan tudingan Pak RT meminta uang Rp100 juta. Dan, ternyata tim dari Dewi mengaku tidak jelas mendengar pernyataan itu dan akhirnya meminta maaf.
“Saya bisa salah dengar, minta maaf,” ujar salah satu tim Dewi Perssik.
Kemudian, tim Pak RT mempertanyakan banyaknya pemberitaan yang menyudutkan Pak RT gegara tudingan Rp100 juta.
Kemudian Depe menjelaskan inti dari kekesalannya adalah timnya mendapat perlakukan tidak baik, padahal dia hanya ingin berbagi daging kurban.
“Saya merasa tersinggung karena mendapatkan perlakukan tidak baik, sayanya niat baik dimana tiap tahun memberikan daging dan sembako ke warga-warga walapun door to door,” ujarnya.
Lalu ketika sapi yang dititipkan di masjid hendak dibawa ke tempat pemotongan lain, Depe tak terima dengan respon Ketua RT. “Ketika saya minta tolong ditanggapi tidak baik,” sambungnya.
Dia mencontohkan ketika ada warga bersuara ke Presiden, kepala negara tidak langsung marah ke warga, begitu juga harusnya Ketua RT.
“Harusnya mendengar, datang ke rumah saya ‘benarkah bu sapinya mau dibawa’, itu yang benar. Bukan malah ‘lapor sama bos kamu, warga kita tidak mau sama daging’, setuju enggak seperti itu,” tukasnya.
Suara Depe sudah meninggi. “Dilepas sapi saya, apalagi bapak laki-laki, saya perempuan. Pantaskah bapak seorang yang kita anggap sebagai RT marah-marah,” ujarnya.
Ketua RT membalas. “Ini bukan tempat lelang sapi saudara,” ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
