
Richard Theodore menyampaikan permintaan maaf via video di akun TikTok-nya.
JawaPos.com - Konten kreator Richard Theodore akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf atas perkataannya yang menyinggung warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini terkait konten tes kejujuran ketika handphone-nya ketinggalan di warung milik Pak Asman.
Richard Theodoe meminta maaf lewat video yang diunggahya di akun TikTok-nya. Dia juga menyertakan potongan video, ketika meminta maaf ke Pak Asman via video call.
“Gua minta maaf atas persepsi gua yang menyudutkan orang-orang NTT, gua minta maaf atas persepsi gua menyudutkan Pak Asman dalam video gua yang berkata orang NTT enggak jujur, pak Asman enggak jujur dan sebagainya. Itu murni itu kesalahan gua,” ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari akun TikTok-nya, Kamis (15/6).
Dia mengaku kesalahannya karena berprilaku tidak sopan. “Minta maaf atas ucapan bercandaan gua yang tidak layak untuk jadi konsumsi publik. Gua mengakui kesalahan gua. Gua sudah telepon Pak Asman. Gua video call langsung,” sambungnya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).
Richard mengatakan permintaan maaf itu disampaikan dari hati terdalamnya. “Gua sangat menyesal, gua merasa bodoh, gua merasa malu,” sebutnya.
“Gua sebagai laki-laki harus gentle. Gua minta maaf kepada warga NTT, kepada keluarga yang tersakiti. Khususnya kepada keluarga Pak Asman, gua berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pungkas Richard Theodore.
Seperti diketahui kasus ini viral, setelah Richard dan timnya Donny merekam kejadian Richard meninggalkan handphone-nya di salah satu warung.
Mereka yang naik perahu kembali lagi ke warung tersebut untuk mengambil handphope Richard yang tertinggal. “Kita lihat orang NTT jujur apa enggak, kalau engga jujur kita gebukin,” ujarnya. Pada saat itu, dia sejatinya mengaku panik karena khawatir ponselnya hilang.
“Bisa-bisanya lu videoin ya gua panik ini,” ujarnya ke rekannya yang merekamnya.
Dia langsung menuju warung itu dan menemui si pemilik warung. Terlihat handphone-nya masih ada, dia mempertanyakan mengapa si bapak tidak memanggilnya saat ada ponsel tertinggal. Setelah mengambil gadgetnya dia berlalu dan menyalamkan uang Rp50 ribu.
Richard menyebut Pak Asman tidak jujur 100 persen. “Kenapa enggak panggil kita, enggak tulus. Kalau tulus pasti dipanggil-panggil. Dia nunggu kita nyebrang pulau, baru dia jual handphone saya,” ujarnya di video itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
