JawaPos.com - Uya Kuya menunjukkan perhatiannya pada nasib TKI di luar negeri yang bekerja secara ilegal dan mengalami nasib memprihatinkan di sana. Ia menunjukkan aksi nyata dengan memulangkan 7 orang TKI yang bekerja di Malaysia dan mendapat perlakuan tak menyenangkan.
Para TKI yang berhasil dipulangkan Uya Kuya bersama tim Gercep (Gerak Cepat) baru tiba tadi sore di Bandara Soekarno Hatta.
Ada yang dijemput oleh keluarganya tapi ada pula yang tidak dijemput lantaran sudah tak tahu keluarganya terlalu lama tidak menjalin komunikasi.
Uya Kuya ikut menangis saat melihat salah TKI yang baru pulang ke menangis setibanya di bandara. Dia ikut menyeka air matanya yang tumpah lantaran tahu perlakuan yang didapatkan TKI di Negeri Jiran tidak manusiawi.
Uya Kuya mengatakan, proses memulangkan TKI ilegal ini berjalan cukup alot.
"Tadinya kita mau mulangin 10 sampai 15 orang. Tapi ternyata sampai sana nggak mudah. Untuk pulang harus ada surat pengajuan imigrasi scara online dan lain-lain, ada yang kena denda juga. Memang nggak semudah itu," kata Uya Kuya saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (18/4).
Salah satu TKI yang dipulangkan bernama Jamil Bin Wahab. Dia mendekam di dalam penjara sejak berusia 20 tahun dan baru berhasil dipulangkan ke tanah air di usianya yang sudah memasuki 63 tahun.
Artinya, lebih dari separuh hidupnya berada di dalam penjara.
"Bahkan Pak Jamil sudah nggak tahu lagi keluarganya di NTB. Yang dia ingat dia lahir di NTB. Dan kita akan antar ke NTB semoga bisa bertemu dengan keluarganya sebelum lebaran ini,"kata Uya Kuya.
Ada juga seorang perempuan yang mengalami pelecehan. Saat dipulangkan ke tanah air, dia membawa bayi yang baru berusia beberapa bulan.
Uya Kuya mengucapkan terima kasih kepada pihak imigrasi dan pihak-pihak terkait yang sudah membantu proses administrasi mereka sehingga TKI yang bekerja secara ilegal di Malaysia itu akhirnya dapat dipulangkan ke tanah air sebelum Lebaran Idul Fitri.
Uya Kuya menegaskan dana untuk memulangkan mereka diambil dari uang diri sendiri. Dia membantu TKI dan TKW yang bermasalah di luar negeri yang merupakan pekerja ilegal karena sejak tahun lalu mendapat banyak pengaduan lewat DM Instagram.
"Subscriberr gue 30 persen TKI. Sudah lebih dari 1000 orang yang mengirimkan pesan ke gue dan gue jawab satu persatu," katanya.
Fikri Yasin selaku Ketua Tim Gercep memastikan 7 orang TKI yang sudah berhasil dipulangkan ke tanah air akan dipulangkan sampai ke rumah mereka di kampung halaman. Bahkan Pak Jamil yang sudah tidak tahu dimana rumahnya, akan dicari rumah keluarganya sampai dia berhasil bertemu mereka.
"Tugas dan tanggung jawab kita bukan hanya memulangkan mereka ke Indonesia. Kita akan pastikan mereka kembali sampai berjumpa dengan keluarganya. Pak Jamil yang sudah tidak tahu lagi rumah keluarganya, akan kita bantu sampai ketemu dengan keluarganya," tegas Fikri Yasin.