Nindy Ayunda.
JawaPos.com-Fitri Salhuteru, sahabat dekat Nikita Mirzani ikut prihatin atas kasus intimidasi yang dialami penyanyi Nindy Ayunda pada Minggu, 2 April 2023. Namun, Fitri menambahkan, apabila kejadian tersebut memang benar adanya. Dia menganggap langkah Nindy membuat laporan ke LPSK sudah benar.
"Kalau dia merasa jiwanya terancam sudah bagus melaporkan ke pihak yang berwenang," ujar Fitri Salhuteru kepada JawaPos.com Sabtu (8/4).
Dia mengungkapkan teror atau intimidasi memang tidak nyaman membuat orang yang mengalaminya merasakan ketakutan. Fitri Salhuteru membandingkan apa yang dialami Nindy Ayunda dengan kejadian yang pernah dialami Nikita Mirzani. Apa yang dialami Nindy Ayunda tidak seberapa apabila dibandingkan dengan kejadian yang dialami Niki.
"Dulu kan banyak orang datang meneror Niki dan orang yang ada di sekeliling Nikita. Bukan bulan ya, bahkan hitungan tahun. Tiba-tiba didatangi sekelompok preman, rumahnya didatangi," katanya.
Sebelumnya pada Kamis (6/4) lalu, Nindy Ayunda mendatangi kantor LPSK yang terletak di bilangan Jakarta Timur untuk tujuan melaporkan kasus intimidasi atau teror yang dialaminya. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (2/4) di sebuah rumah yang terletak di bilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Nindy Ayunda mengaku diintimidasi pada Minggu (2/5) sekitar pukul 22.00 sampai dengan pukul 70.30 WIB, didatangi kurang lebih 30-an oknum TNI yang dipimpin oleh inisial HS berpangkat letkol.
Nindy Ayunda mengaku tidak tahu pasti penyebab oknum TNI tersebut mendatangi rumah, masuk pekarangan tanpa izin, hingga melakukan pengrusakan pintu garasi rumah. Yang diketahui Nindy Ayunda, oknum tersebut mencari Dito Mahendra. "Pembantu saya naik, ibu ada orang mencari pak Dito. Tiba-tiba datang 30-an oknum TNI," kata Nindy Ayunda di kantor LPSK, Kamis (6/4).
Dia mengaku tidak bisa tidur pada Minggu (2/4) pukul 22.00 sampai pagi hari akibat didatangi sejumlah oknum TNI.Padahal pada waktu itu, Nindy Ayunda kecapekan baru saja pulang dari Palembang. "Saat itu saya melapor ke Puspom TNI by phone," aku Nindy Ayunda.
Terkait kabar dugaan adanya teror dan intimidasi dialami Nindy Ayunda dilakukan anggota TNI, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Hamim Tohari angkat bicara dan melayangkan bantahan. Dia menegaskan tidak ada teror, intimidasi, atau ancaman dari anggota TNI kepada Nindy Ayunda. ’’Tidak ada teror, intimidasi, atau ancaman dari TNI kepada Nindy Ayunda,” ucap Hamim.
Menurutnya, anggota TNI mendatangi alamat yang diduga ditempati Dito Mahendra guna melakukan penyelidikan terkait dokumen senjata api ilegal yang diklaim Dito sebagai senjata dari Diponegoro Shooting Club. "Keberadaan anggota TNI AD di kediaman Nindy Ayunda adalah bagian dari tugas untuk menyelidiki informasi terkait dugaan kepemilikan senjata api ilegal oleh Dito Mahendra," serunya. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
