
TERJUN DI BOLA: Prilly Latuconsina berpose dengan jersey Persikota. (INSTAGRAM Prilly Latuconsina)
JawaPos.com — Prilly Latuconsina mengapresiasi sikap Aliando Syarief, lawan mainnya dalam sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS), yang berani bicara secara terbuka terkait gangguan mental yang dialaminya. Menurut Prilly, keputusan untuk bicara ke publik tentu bukanlah perkara gampang.
"Aku salut banget dia bicara secara terbuka, karena aku juga termasuk yang ngaku. Aku tahu itu tak mudah," ucap Prilly saat ditemui di bilangan Senayan Jakarta Senin (31/1) malam.
Meski hal itu bukan sesuatu yang mudah, keterusterangan tentu saja memiliki manfaat supaya orang-orang memahami atas apa yang sebenarnya terjadi. Dengan demikian, orang-orang tidak lagi mempersepsikan negatif ketika tiba-tiba ada hal-hal yang mengganjal saat berinteraksi.
Prilly sendiri tidak mau berbicara tentang kondisi Aliando. Sebab dia tidak tahu pasti tentang hasil diagnosa yang terjadi pada pemeran Digo dalam GGS itu.
"Aku nggak tahu apa-apa tentang hal itu dan aku nggak mau komentar karena itu sensitif, takut salah ngomong," katanya.
Terlepas dari hal tersebut, Prilly Latuconsina meminta orang-orang yang merasa memiliki tanda-tanda alami gangguan mental, untuk cepat datang ke psikolog atau psikiater. Prilly mengingatkan mereka untuk tidak sekali-kali menebak sendiri karena bisa salah dan juga berdampak pada salahnya penanganan.
"Jangan sekali-kali kita mendiagnosa sendiri dan jangan mendiagnosa orang lain kalau kita bukan psikolog atau psikiater," tuturnya.
Prilly sendiri kini tengah berfokus mengampanyekan isu tentang kesehatan mental. Selain untuk mendorong orang-orang agar memberikan perhatian pada isu ini, film terbarunya Kukira Kau Rumah juga mengusung tema tentang hal ini.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
