Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juni 2021 | 22.15 WIB

Alasan Persalinan Dinda Hauw Dilakukan Secara Caesar

Pasangan suami-istri Dinda Hauw dan Rey Mbayang kini sangat berbahagia atas lahirnya anak pertama mereka di RSIA Bina Medika Bintaro, Minggu (20/6). - Image

Pasangan suami-istri Dinda Hauw dan Rey Mbayang kini sangat berbahagia atas lahirnya anak pertama mereka di RSIA Bina Medika Bintaro, Minggu (20/6).

JawaPos.com — Pasangan suami-istri Dinda Hauw dan Rey Mbayang kini sangat berbahagia atas lahirnya anak pertama mereka di RSIA Bina Medika Bintaro, Minggu (20/6). Persalinan ini awalnya diniatkan bakal dilangsungkan melalui proses normal, namun sayangnya dalam perjalannya terpaksa harus dilakukan tindakan caesar.

Dinda Hauw dan Rey Mbayang mengungkapkan persalinan terpaksa dilakukan secara caesar. Menurut mereka, itu karena sudah pecah ketuban cukup lama terhitung sejak Jumat (19/6). Sabtu keesokan harinya air ketuban yang keluar semakin banyak.

“Kenapa kita memutuskan caesar karena ada suatu hal sih,” ucap Dinda Hauw dalam jumpa pers virtual Senin (21/6).

Dokter pun melakukan tindakan dengan memberikan induksi dan antibiotik untuk merangsang proses bukaan supaya bisa berjalan lebih cepat. Akan tetapi apa yang diharapkan ternyata tidak terjadi. Proses bukaan berjalan sangat lambat padahal ketuban pecah sudah hampir 24 jam. Tak mau ambil risiko, dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan caesar.

“Untuk menghindari infeksi pada bayinya akhirnya dilakukan tindakan caesar. Anak pertama mereka lahir pada Minggu sekitar pukul 13.28 WIB,” ungkap dokter Agriana Puspitasari yang membantu proses persalinan.

Pada saat persalinan berlangsung, Rey Mbayang ikut menemani. Dia mengaku sangat deg-degan melihat pengalaman pertama menemani sang istri melahirkan. Namun karena percaya tim dokter memberikan tindakan yang terbaik, setidaknya hal itu dapat sedikit menenangkan hatinya.

Anak pertama Dinda Hauw dan Rey Mbayang lahir dengan berat 3.045 gram dan panjang 48,5 centimeter. Tidak lama usai lahiran, pasangan yang menikah pada 10 Juli 2020 itu memberi nama untuk buah hati pertama mereka. Namanya adalah Arshakalif Muhammad Mbayang.

“Tadinya kita mau pakai nama Alif karena anak pertama sesuai dengan huruf pertama Hijaiyah. Tapi ada nama yang lebih bagus Arshaka tapi Alif tetap kita masukkan. Artinya juga sangat bagus,” kata Dinda Hauw.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore