
Ahmad Dhani ingat pernah dirawat oleh Maia Estianty saat diserang EMM, ketika berumur 20-an.
JawaPos.com - Kecelakaan yang menimpa putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Al Ghazali rupanya menguak fakta baru. Setelah dirujuk ke rumah sakit pasca kecelakaan, ternyata Al mengidap alergi obat Erythema Multiforme Major (EMM).
Pernah mengalami sakit serupa, Dhani pun teringat ketika dirawat oleh Maia Estianty. Oleh karena itu, Dhani menduga bahwa penyakit yang dialami Al adalah keturunan darinya.
"Sepertinya keturunan, karena cuma saya di keluarga saya dan Al generasi kedua. Itu 1 dari 1.500 laki-laki. Bundanya (Maia Estianty) juga pengalaman ngurusin saya pas umur 20-an sakit itu," papar Ahmad Dhani saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (24/9).
Dilansir dari berbagai sumber, EMM sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh reaksi yang ditimbulkan konsumsi obat yang tidak tepat atau alergi obat. Kondisi ini umumnya termasuk ringan dan akan pulih dalam beberapa minggu. Penyakit ini biasanya memengaruhi mulut, alat kelamin, dan mata.
"Al sekarang baik-baik saja. Jadi, yang diserang itu, mohon maaf ya, kelamin. Dan Al bibirnya juga kena. Kalau saya yang diserang kelamin aja. Jadi, kalau diserang penyakit itu harus istirahat," jelas Dhani.
Jangka panjangnya, jika penyakit EMM tidak ditangani segera dengan baik akan memicu munculnya Steven Johnson Syndrome.
"Dan itu tidak boleh terus-terusan, harus diperhatikan karena alergi itu ditakutkan nanti kena steven johnson syndrome. Jadi, kalau Al tidak hati-hati, artinya tidak memerhatikan obat-obat yang dikonsumsinya bisa berefek," lanjut Dhani
"Bentuknya iritasi jadi kaya luka bibirnya. Kemarin terakhir (Al) main ke mana dia tutupin kan bibirnya," pungkas Dhani.
Dilansir dari berbagai sumber, Steven Johnson Syndrome adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi. Sindrom tersebut mengancam kondisi kulit yang mengakibatkan kematian sel-sel kulit, sehingga epidermis mengelupas dan memisahkan diri dari dermis. Sindrom ini dianggap sebagai hipersensitivitas kompleks yang memengaruhi kulit dan selaput lendir.
Meskipun pada umumnya kasus sindrom ini tidak diketahui penyebabnya, biasanya penyebab utama yang paling sering dijumpai adalah akibat dari alergi obat-obatan tertentu, infeksi virus dan atau keduanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
