
Dude Harlino
JawaPos.com - Aktor Dude Harlino menyesal pernah menjadi brand ambassador (BA) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang belakangan diketahui melakukan penipuan terhadap ribuan pemberi pinjaman (lender) dengan nilai kerugian mencapai Rp 2,4 triliun.
Dia menyesalkan tindakan DSI diduga melakukan proyek fiktif. Dude Harlino merasa telah dihianati atau ditipu atas kepercayaan yang sempat dia berikan terhadap perusahaan ini selama dia menjadi BA.
Dude Harlino sama sekali tidak menyangka DSI akan setega itu kepada para lender yang menjadi korbannya. Apalagi, ada lender yang sampai memasukkan semua dana masa depannya ke sana.
Menurut Dude Harlino, dirinya berhati-hati sebelum memutuskan menerima tawaran sebagai brand ambassador sebuah perusahaan. Hal itu juga dilakukan Dude saat mendapat tawaran sebagai BA dari DSI.
"Sebelum menerima sebagai BA, melakukan screening terlebih dahulu. Dicek legalitas secara hukum perusahaan ini bagaimana,"kata Dude Harlino kepada JawaPos.com.
Dude sempat yakin DSI merupakan perusahaan yang aman karena dia diberikan data bahwa DSI sudah memiliki izin dan mendapat pengawawan langsung dari Otoritas Jasa Kuangan (OJK).
"Saya diberikan data DSI sudah izin OJK, diawasi langsung oleh OJK. Mereka ini ada di bawah lembaga negara yang memang mengawasi kinerja perusahaan yang kaitannya dengan sektor keuangan," kata Dude Harlino.
"Saya melihatnya, ada lembaga negara yang mengawasi secara berkala. DSI memang melakukan laporan secara berkala ke OJK," imbuh suami Alyssa Soebandono itu.
Pertimbangan lainnya, Dude Harlino juga merasa aman dan nyaman untuk menerima tawaran menjadi brand ambassador dari DSI karena memiliki Dewan Pengawas Syariah.
"Artinya, lembaga ini diawasi kinerja dan sistemnya sesuai dengan hukum syariat Islam. Semua yang mereka buat dari dari proyeknya, imbal hasil, sistem, sudah sesuai persetujuan Dewan Pengawas Syariah," papar Dude Harlino.
Dude juga percaya ke DSI sehingga bersedia menjadi brand ambassador karena sektor yang dibidik bergerak di bidang properti yang memiliki aset berupa tanah.
"DSI mengatakan, kalau terjadi keterlambatan dari yang meminjam uang, maka aset itu bisa menjadi agunan. Ada barangnya," papar Dude Harlino.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
