
Aurelie Moeremans buka suara soal tawaran publik figur masuk dunia politik. (Instagram/aurelie)
JawaPos.com - Aktris Aurelie Moeremans meminta warganet tidak menebak-nebak sosok asli dari tokoh yang muncul dalam memoarnya yang berjudul Broken Strings. Ia menegaskan tujuan penulisan buku tersebut bukan untuk menyerang individu tertentu, melainkan berbagi pengalaman dan proses pemulihan.
Permintaan itu disampaikan Aurelie melalui saluran di media sosialnya menyusul ramainya spekulasi publik terkait identitas tokoh-tokoh yang diceritakan dalam buku tersebut.
Ia menegaskan sejak awal bahwa semua nama dalam memoar telah disamarkan dan tidak dimaksudkan untuk memicu konflik.
“Broken Strings aku tulis bukan untuk menyerang siapa pun atau memicu ribut. Tujuannya berbagi pengalaman dan membantu," tulis Aurelie, dikutip Senin (12/1).
"Aku harap kita tidak fokus menebak-nebak tokoh di dalam buku. Nama sudah disamarkan. Untuk tokoh-tokoh yang tidak pernah memilih untuk muncul atau berbicara sendiri, mari kita tidak berasumsi," sambungnya.
Adapun jika ada satu tokoh yang jadi ramai dibicarakan netizen dan merujuk pada musisi Roby Tremonti yang melakukan klarifikasi di media sosialnya, Aurelie merespons insting.
"Itu sepenuhnya datang dari respons pihak tersebut, bukan dari niat penulisan aku," tuturnya.
Aurelie menegaskan bahwa saat ini hanya ingin fokus pada makna cerita dan tujuan dari penulisan agar mampu menyembuhkan luka atas kasus child grooming yang menimpanya.
"Di sini aku ingin kita tetap fokus pada makna ceritanya dan tujuan pemulihannya, bukan konflik personal. Terima kasih sudah menjaga ruang ini," tandasnya.
Memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth memang menuai perhatian luas sejak potongan pengakuan Aurelie beredar di media sosial pada awal Januari 2026. Dalam buku tersebut, Aurelie mengisahkan pengalaman traumatis masa mudanya, termasuk relasi tidak sehat yang ia pahami kemudian sebagai bentuk child grooming.
Seiring viralnya isi memoar, publik ramai menyoroti dan mencoba mengaitkan tokoh-tokoh dalam cerita dengan figur nyata di dunia hiburan. Kondisi ini memicu berbagai spekulasi, perdebatan, hingga respons dari pihak-pihak yang merasa tersindir oleh isi buku tersebut.
Melalui pernyataannya, Aurelie kembali menegaskan bahwa fokus utama dari memoar itu adalah pesan pemulihan dan edukasi, bukan membuka konflik personal atau menyeret individu tertentu ke dalam polemik publik. Ia berharap ruang diskusi yang terbangun tetap aman, sehat, dan berorientasi pada makna cerita yang ingin disampaikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
