Kim Soo Hyun sebagai salah satu pendiri Agensi Gold Medalist. (Instagram @soohyun_k216)
JawaPos.com – Gold Medalist, agensi manajemen aktor Kim Soo-hyun dan aktris Seol In-ah, tengah menghadapi sorotan tajam industri hiburan Korea.
Dilansir dari laman Kbizoom pada Selasa (23/9), Perusahaan ini dikritik karena kepemilikan yang tidak transparan, pembayaran artis yang rendah, dan praktik keuangan yang kontroversial. Situasi tersebut memicu perdebatan luas mengenai akuntabilitas agensi hiburan.
Asosiasi Investasi Barun No. 2 tercatat sebagai pemegang 100 persen saham Gold Medalist. Lembaga ini secara efektif dikelola oleh Lee Rove, kakak laki-laki Kim Soo-hyun. Struktur yang dikelola keluarga menimbulkan kekhawatiran tentang kurangnya transparansi dan pengawasan eksternal.
Baca Juga: Agensi Kim Soo Hyun, Gold Medalist, Tegas Bantah Tuduhan Settlement dan Masalah Manajemen
Pertanyaan juga muncul terkait keterlibatan investor lain dan distribusi saham yang sesungguhnya. Kondisi ini memunculkan potensi konflik kepentingan dalam manajemen perusahaan.
Para pengamat menilai sistem kepemilikan seperti ini rentan menimbulkan permasalahan jangka panjang.
Gold Medalist dilaporkan meraih keuntungan besar dari investasi di Gold & S, sebelumnya dikenal sebagai WFM.
Akuisisi dilakukan bersama SJW International, pendahulu perusahaan pendidikan daring Siwon School. Investor yang berpartisipasi disebut berpotensi meraih imbal hasil lebih dari lima kali lipat dalam satu tahun.
Di balik keuntungan investasi tersebut, laporan keuangan menunjukkan alokasi pembayaran kepada artis hanya sekitar KRS 600 juta atau Rp 7,1 miliar selama lima tahun terakhir.
Padahal, sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari popularitas Kim Soo-hyun. Praktik penyertaan biaya penyelesaian ke dalam pos pendapatan dinilai tidak lazim dan tidak transparan.
Awal tahun ini, Gold Medalist juga diguncang kontroversi ketika Kim Soo-hyun terseret isu terkait mendiang aktris Kim Sae-ron.
Beberapa kontrak iklan terancam batal, sementara drama yang dibintangi Kim ditunda tanpa batas waktu. Respons lambat agensi dinilai memperburuk kerusakan reputasi dan mengungkap kelemahan manajemen krisis.
Pakar industri menilai fokus Gold Medalist pada keuntungan jangka pendek berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang. Mereka menekankan pentingnya pengembangan artis yang berkesinambungan demi menjaga daya saing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022