PSY Gangnam Style diselidiki polisi terkait dugaan obat tidur illegal (@kchartsmaster/X)
JawaPos.com - Penyanyi populer asal Korea Selatan, PSY (Park Jae-sang), tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan polisi Seoul atas dugaan pelanggaran hukum medis terkait penerimaan obat psikotropika melalui perantara.
Kasus ini tengah diselidiki polisi dan menuai kritik dari kalangan medis atas klarifikasi yang dibuat oleh agensi.
Dilansir dari Maeil Business Newspaper pada Kamis (28/8), Seodaemun Police Station di Seoul menyatakan telah menyelidiki PSY atas dugaan melanggar Undang-Undang Medis.
Tuduhan yang muncul ialah PSY menerima resep obat psikotropika menggunakan nama orang lain tanpa melakukan pemeriksaan tatap muka dengan dokter. Polisi mengonfirmasi bahwa mereka telah mengamankan sejumlah data dan sedang mendalami kasus tersebut.
Obat yang dipermasalahkan merupakan jenis Xanax dan Steelnox, psikotropika yang digunakan untuk mengatasi gangguan tidur, kecemasan, serta depresi.
Obat ini hanya boleh diberikan setelah diagnosis dan tatap muka dengan tenaga medis karena memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi.
Seorang dokter yang tidak disebutkan namanya menyoroti kasus ini di media sosial mengkritik penjelasan PSY dan agensinya. Sang dokter menilai istilah proxy prescription yang digunakan tidak sesuai.
"Tindakan menerima resep oleh pihak ketiga, bukan oleh pasien sendiri, disebut proxy prescription. Jika disebut 'bukan proxy' lalu berganti menjadi 'non-face-to-face', itu jelas membingungkan," ujarnya, dikutip dari Maeil Business Newspaper, Kamis (28/8).
Di sisi lain, agensi P Nation mengakui adanya kelalaian dan menyampaikan permintaan maaf.
"Fakta bahwa kami menerima obat resep berupa obat tidur merupakan sebuah kesalahan dan kelalaian. Kami mohon maaf," ungkap pihak agensi.
Pihak agensi menegaskan PSY memang didiagnosis mengalami gangguan tidur kronis dan mengonsumsi obat sesuai dosis dokter. Namun, agensi juga mengakui ada kasus di mana obat diterima pihak ketiga, sehingga menjadi fokus penyelidikan polisi.
"PSY telah didiagnosis mengalami gangguan tidur kronis dan mengonsumsi obat tidur sesuai resep dari tenaga medis. Ia telah diberikan dosis yang sesuai di bawah arahan tenaga medis dan tidak ada resep lewat perantara," tambah pihak agensi.
Sementara itu, dokter yang meresepkan obat membantah tuduhan bahwa PSY tidak pernah ditangani secara langsung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022