
Firmanto Laksana Pangaribuan (Pengacara Rien Wartia) dan Ardio Taulany (kanan). (Shafa Nadia/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Sidang cerai lanjutan Andre Taulany dan Rien Wartia Trigina kembali bergulir di Pengadilan Agama Tigaraksa. Di momen tersebut, putra sulung mereka, Ardio Taulany, turut hadir sebagai saksi di persidangan untuk mempersatukan lagi hubungan orang tuanya.
“Aku mengikuti kata hati doang. Aku ingin meng-confirm dan membantu mama papaku untuk berdamai,” kata Dio usai sidang, Senin (11/8). Sebab, dia menilai bahwa gugatan yang dilayangkan sang ayah tidak memiliki dasar yang kuat.
Bahkan, Dio mengungkapkan, tidak ada permasalahan serius yang menerpa keluarganya. Menurutnya, perkara yang sedang dihadapi Andre dan Rien masih bisa diperbaiki karena hanya perihal kurangnya komunikasi.
“Sebenarnya mereka baik-baik aja, nggak ada masalah apa-apa. Mereka baik ke anak-anaknya. Ini cuma urusan tidak berkomunikasi aja. Mungkin kalau mereka berkomunikasi bisa kali (diperbaiki, Red),” tutur Dio.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, dia tentu mendambakan keluarga yang utuh dan harmonis. Dio tidak ingin hubungan kedua orang tuanya berakhir di meja hijau karena alasan yang tidak mendasar.
“Gugatan papa itu sebenarnya nggak penting. Jadi, aku ingin papa dan mamaku itu bahagia. Prinsip anak nggak mau mereka cerai,” ujarnya. Dio juga memohon agar perkara cerai tersebut disetop, bahkan dicabut.
Dia mencari cara lain untuk menyelesaikannya. “Aku maunya mama dan papa bahagia, damai. Jadi tolong gugatan ini tuh bisa diberhentikan dulu. Mungkin ada cara lain,” papar Dio. Andre dan Rien menikah pada 17 Desember 2005.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga anak: dua laki-laki dan satu perempuan. Sayang, pernikahan mereka kini berada di ambang perceraian setelah hampir dua dekade berjalan.
Belum diketahui penyebab pasti alasan Andre kekeuh ingin berpisah dari Rien. Sebab, ini merupakan perkara ketiga yang dilayangkan olehnya setelah ditolak dan gagal oleh pihak pengadilan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
